Kemenperin Ungkap China Hingga Eropa Minat Bangun Pabrik Baja di Tanah Air
Dedi Hidayat | 11 November 2025, 16:38 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan adanya minat investor untuk menanamkan modal di sektor industri Indonesia, salah satunya di industri baja.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza menyebut perusahaan dari berbagai negara aktif datang ke Kementerian Perindustrian maupun Kementerian Investasi untuk mencari informasi terkait proses investasi.
“Ya pada dasarnya ada cukup banyak minat investasi, termasuk investasi di sektor industri baja,” kata Faisol saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan dikutip, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, arus kunjungan dari calon investor berlangsung hampir setiap hari. Mereka menanyakan kesiapan regulasi, proses perizinan, hingga peluang relokasi industri ke Indonesia.
Faisol menuturkan bahwa sektor-sektor seperti tekstil dan otomotif menjadi tujuan utama investor. Namun, terdapat juga investor yang tertarik untuk berinvestasi di sektor baja. “Mungkin (di baja) sebentar lagi akan semakin banyak,” tuturnya.
“Ya pada dasarnya ada cukup banyak minat investasi, termasuk investasi di sektor industri baja,” kata Faisol saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan dikutip, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, arus kunjungan dari calon investor berlangsung hampir setiap hari. Mereka menanyakan kesiapan regulasi, proses perizinan, hingga peluang relokasi industri ke Indonesia.
Faisol menuturkan bahwa sektor-sektor seperti tekstil dan otomotif menjadi tujuan utama investor. Namun, terdapat juga investor yang tertarik untuk berinvestasi di sektor baja. “Mungkin (di baja) sebentar lagi akan semakin banyak,” tuturnya.
Baca Juga: Dorong Investasi, Wamenperin Minta Produsen Baja Global Tidak Hanya Impor tapi Produksi di Indonesia
Terkait negara asal para calon investor, Wamenperin menjelaskan bahwa minat datang dari berbagai kawasan, termasuk Eropa, China, dan Vietnam yang tengah mempertimbangkan relokasi industri.
“Ada beberapa negara dari Eropa, dari China, dari Vietnam yang mau merelokasikan. Saya kira itu,” tambah Faisol.
Diberitakan sebelumnya, Kemenperin mendorong produsen baja luar negeri untuk berinvestasi jika ingin menjual barang mereka di tanah air.
Adapun, Kemenperin mencatat masih adanya gap antara konsumsi baja dan produksi baja nasional yang membuat masih banyaknya impor.
Faisol Riza mengatakan perlunya produsen baja luar negeri berinvestasi. Sehingga, tidak hanya mengakses pasar domestik melalui impor, tetapi turut membangun pabrik dan fasilitas produksi di Indonesia.
“Kami minta supaya mereka berinvestasi di Indonesia, bangun pabrik di Indonesia, sehingga mereka juga punya akses ke pasar domestik, sebagaimana industri-industri atau pabrik-pabrik lain yang selama ini menjadi pemain di pasar domestik,” kata Faisol saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Senin (10/11/2025).
Faisol menambahkan kehadiran investasi baru akan memperkuat struktur industri baja nasional, menambah kapasitas produksi, sekaligus menurunkan angka impor baja di Tanah Air.
“Nah investasi tentu solusi buat industri baja, agar tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri yang memang besar, yang selama ini sebagian itu impor, kira-kira 11 juta ton impor, bisa dipenuhi lebih baik kalau mereka berinvestasi di dalam negeri,” tambahnya.
Terkait negara asal para calon investor, Wamenperin menjelaskan bahwa minat datang dari berbagai kawasan, termasuk Eropa, China, dan Vietnam yang tengah mempertimbangkan relokasi industri.
“Ada beberapa negara dari Eropa, dari China, dari Vietnam yang mau merelokasikan. Saya kira itu,” tambah Faisol.
Diberitakan sebelumnya, Kemenperin mendorong produsen baja luar negeri untuk berinvestasi jika ingin menjual barang mereka di tanah air.
Adapun, Kemenperin mencatat masih adanya gap antara konsumsi baja dan produksi baja nasional yang membuat masih banyaknya impor.
Faisol Riza mengatakan perlunya produsen baja luar negeri berinvestasi. Sehingga, tidak hanya mengakses pasar domestik melalui impor, tetapi turut membangun pabrik dan fasilitas produksi di Indonesia.
“Kami minta supaya mereka berinvestasi di Indonesia, bangun pabrik di Indonesia, sehingga mereka juga punya akses ke pasar domestik, sebagaimana industri-industri atau pabrik-pabrik lain yang selama ini menjadi pemain di pasar domestik,” kata Faisol saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Senin (10/11/2025).
Faisol menambahkan kehadiran investasi baru akan memperkuat struktur industri baja nasional, menambah kapasitas produksi, sekaligus menurunkan angka impor baja di Tanah Air.
“Nah investasi tentu solusi buat industri baja, agar tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri yang memang besar, yang selama ini sebagian itu impor, kira-kira 11 juta ton impor, bisa dipenuhi lebih baik kalau mereka berinvestasi di dalam negeri,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









