Momen Harkitnas, KPI Pamer Olah Minyak Mentah hingga 78 Juta Barel
Camelia Rosa | 20 Mei 2025, 11:24 WIB

AKURAT.CO Sebagai bagian dari industri energi nasional, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) berkomitmen untuk mengambil peran strategis dalam mendukung ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan, untuk kebangkitan menuju Indonesia yang lebih maju.
Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y Nasroen mengatakan, semangat kebangkitan nasional tidak hanya relevan dalam aspek politik dan sosial, tetapi juga dalam sektor industri, termasuk energi.
Menurut Hermansyah, nasionalisme merupakan salah satu poin penting yang diresapi oleh ribuan pekerja KPI, baik di pusat, maupun di 6 unit operasinya serta anak perusahaan.
"Keberlanjutan operasional kilang menjadi bagian dari semangat kebangkitan nasional, dimana Indonesia terus berupaya mencapai kemandirian energi. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, KPI memastikan pasokan energi yang stabil bagi Indonesia, sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi untuk masyarakat dan industri," ujar Hermansyah dalam keterangannya, Selasa (20/5/2025).
KPI telah membuktikan komitmen tersebut dengan pencapaiannya di kuartal pertama 2025, dimana hingga Maret 2025, total minyak mentah yang diolah unit operasi, ada di angka 78 juta barrel. Menurut Hermansyah, angka tersebut melebihi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), yakni 73,2 juta barrel.
Hermansyah menambahkan, dengan memenuhi ketersediaan energi nasional, KPI juga berperan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
"Terpenuhinya kebutuhan bahan bakar nasional juga menjadi salah satu penopang pertumbuhan perekonomian, karena pergerakan ekonomi tidak terlepas dari penggunaan bahan bakar di berbagai sektor," lanjutnya.
Namun upaya KPI dalam meningkatkan ekonomi tak hanya melalui pemenuhan energi nasional, melainkan juga melalui sejumlah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sejak berdiri pada 2017 lalu, KPI menjalankan sekitar 500 program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kilang, yang mencakup pelatihan keterampilan, pendidikan, penyelamatan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi lokal maupun jenis bantuan lainnya.
"Hingga kini, penerima manfaat langsung program TJSL KPI telah mencapai lebih dari 3.250 orang," jelas Hermansyah.
Ia melanjutkan, sebagai bagian dari kebangkitan energi negeri KPI juga terus berinovasi dalam pengembangan teknologi. Salah satu inisiatifnya adalah proyek Green Refinery, yang bertujuan untuk mengolah minyak nabati menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
Hermansyah menuturkan, langkah ini tidak hanya mendukung transisi energi bersih tetapi juga mencerminkan semangat kebangkitan nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Seiring dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, KPI menjaga komitmen untuk memberikan kinerja terbaik serta mengambil peran strategis untuk mendukung kemandirian energi," tukas Hermansyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






