PIK Jadi Magnet Investasi Properti, REI: Dua Akses Tol Langsung Dongkrak Nilai Ekonomi Kawasan

AKURAT.CO Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum pertumbuhan properti dan ekonomi baru di Indonesia.
Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, menilai, salah satu keunggulan yang tidak dimiliki kawasan lain adalah keberadaan dua akses tol langsung yang terhubung ke jantung kawasan.
"Dengan adanya dua akses tol langsung menuju PIK, baik dari arah tol dalam kota maupun tol Jakarta Outer Ring Road, mobilitas penghuni dan pengunjung menjadi sangat mudah. Ini yang membuat PIK unggul dibanding proyek properti lainnya," ujar Bambang, Selasa (27/5/2025).
Aksesibilitas inilah yang menjadi katalis berkembangnya pusat bisnis dan hunian di kawasan tersebut.
Menurut Bambang, pembukaan jalan umum dan akses tol bukan hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga membuka kawasan PIK lebih luas untuk publik dan mendorong geliat ekonomi lokal.
"PIK kini menjadi rumah bagi puluhan ribu pelaku usaha. Mulai dari UMKM hingga brand global membuka gerainya di sini. Ini menciptakan efek berganda—lapangan kerja, pertumbuhan bisnis, dan kontribusi langsung pada perekonomian nasional," tegasnya.
Bambang menyebut kawasan PIK bisa menjadi benchmark atau tolok ukur dalam melihat arah perkembangan properti nasional.
Baca Juga: PDIP Laporkan Budi Arie ke Bareskrim: Fitnah Soal Judi Online Dinilai Sudah Keterlaluan
Di tengah tantangan ekonomi global dan ketidakpastian pasar, PIK terbukti tetap ekspansif.
Tahap pengembangan PIK 3 bahkan tengah disiapkan dengan konsep kawasan terpadu yang lebih futuristik.
“PIK adalah contoh nyata bahwa jika infrastruktur dan akses dibangun dengan visi jangka panjang, maka properti akan tumbuh secara berkelanjutan. Kawasan ini bukan hanya proyek, tapi motor ekonomi,” imbuhnya.
Dalam konteks nasional, Bambang juga menyoroti masih besarnya potensi sektor properti di Indonesia.
Dengan backlog perumahan mencapai lebih dari 15 juta unit (data BPS 2024), kebutuhan hunian masih sangat tinggi, terutama untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah bawah (MBT).
“Tantangannya adalah ketersediaan subsidi yang masih terbatas. Tahun ini, hanya sekitar 420 ribu unit yang ter-cover dari target 3 juta hunian per tahun. Tapi ini sekaligus jadi peluang besar,” ungkapnya.
Ia menyarankan, bagi investor atau pembeli dengan dana tunai, saat ini adalah momentum ideal untuk masuk ke pasar.
Banyak lahan dan properti komersial ditawarkan di bawah harga pasar karena tekanan pasar yang belum sepenuhnya pulih.
“Properti itu bukan soal hari ini saja, tapi soal nilai di masa depan. Dan PIK sudah membuktikan itu,” tutup Bambang.
Baca Juga: UPDATE! Kode Redeem FC Mobile 27 Mei 2025, Klaim Pemain OVR Tinggi dan Gems Gratis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









