Pelindo Ajak Siswa Kelola Limbah Laut Lewat Edukasi Ghost Net

AKURAT.CO PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengajak para siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 53 Kalibaru, Jakarta Utara, untuk lebih peduli terhadap isu limbah laut.
Melalui program edukasi bertema ghost net, Pelindo berupaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini serta memperkenalkan model pengelolaan limbah jaring bekas secara berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 60 siswa kelas VII dan VIII. Sebagian besar peserta berasal dari keluarga nelayan di wilayah pesisir Kalibaru.
Dalam pelaksanaannya, Pelindo menggandeng dua organisasi mitra, yaitu Parongpong RAW Lab dan Divers Clean Action, yang berpengalaman mengolah limbah laut dan kampanye edukasi lingkungan.
Menurut Department Head Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo, Febrianto Zenny, para siswa diperkenalkan berbagai isu terkait pencemaran laut oleh ghost net, atau jaring ikan bekas pakai yang dibuang ke laut.
Baca Juga: 80 Persen Barang Dunia Diangkut Lewat Laut, Pelindo Tegaskan Pentingnya Transformasi Pelabuhan
Jaring ini sering mengganggu ekosistem laut karena sulit terurai dan dapat menjebak biota laut selama bertahun-tahun.
"Selain menyampaikan dampaknya, para fasilitator juga memperlihatkan bagaimana limbah tersebut dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi, seperti meja, kursi, atau bahan dasar pondasi bangunan,” kata Febrianto di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Menurutnya, limbah jaring nelayan selama ini kurang mendapat perhatian dan relatif susah didaur ulang.
Melalui kegiatan ini, para siswa ditunjukkan bahwa pengelolaan limbah bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat pesisir.
Program edukasi ghost net ini merupakan bagian dari proyek percontohan yang dijalankan Pelindo sejak akhir 2024. Kalibaru dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki tingkat pencemaran laut yang cukup tinggi dan potensi komunitas yang aktif.
Di wilayah ini, Pelindo juga membina bank sampah di RW 06, melakukan pelatihan rumah tangga nelayan, dan memberikan edukasi lingkungan secara reguler kepada siswa sekolah.
Febrianto menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari innovasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo melalui kerjasama dengan startup lingkungan yang difokuskan pada pengelolaan wilayah pesisir.
Pendekatan yang digunakan tidak semata-mata teknis, tetapi juga menyentuh aspek perubahan perilaku masyarakat dan menggabungkanya dengan sentuhan teknologi untuk pengolahan sampah.
Dalam sesi edukasi, siswa dilibatkan melalui metode interaktif, seperti pre-test dan post-test, permainan tematik, serta diskusi pentingnya penggunaan teknologi untuk mendorong innovasi agar pengolahan sampah dapat dilakukan lebih efektif lagi.
Sementara itu, Planning & Managing Manager CSR Program Pelindo, Bayu Widyafrasta menjelaskan, hingga pertengahan Juni 2025, proyek pengumpulan ghost net di Kalibaru telah berhasil menghimpun sekitar 900 kilogram limbah jaring.
Limbah ini kemudian diolah oleh Parongpong RAW Lab menggunakan teknologi Prototiles, dan hasilnya dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran di sekolah-sekolah, termasuk SMPN 53 Kalibaru.
Pelindo menargetkan pengumpulan hingga dua ton ghost net hingga akhir program tahun ini. Selain itu, perusahaan juga mendorong replikasi model ini di sejumlah kawasan pesisir lain di Indonesia.
Upaya tersebut sejalan dengan misi Pelindo sebagai badan usaha milik negara yang tak hanya berperan sebagai operator pelabuhan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial dan lingkungan di wilayah operasionalnya.
“Solusi atas persoalan limbah laut tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan teknis. Harus dimulai dari akar, yakni edukasi dan pemberdayaan komunitas. Kami ingin perubahan ini benar-benar terasa dan berdampak jangka panjang,” ujar Bayu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








