Konflik Iran-Israel Ancam Harga Migas, DPR Desak Pemerintah Waspada

AKURAT.CO Konflik yang memanas antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran akan dampak signifikan terhadap distribusi dan harga minyak serta gas bumi (migas) global, yang pada gilirannya akan memengaruhi Indonesia.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon menekankan perlunya kewaspadaan pemerintah menghadapi potensi kenaikan harga energi ini.
"Karena kondisi dunia ini kan sekarang memang paradigma seperti itu. Kalau pada saat sesuatu terjadi, ada perang atau ada apa, fluktuasi dari harga ini sendiri kan akan bermain," ujar Dony, dikutip Minggu (22/6/2025).
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas, Pemerintah Diminta Fokus Lindungi WNI
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dan energi secara keseluruhan pasti akan berdampak pada Indonesia, mengingat kebutuhan migas dalam negeri yang sangat tinggi dan terus meningkat. Dony mengungkapkan bahwa produksi minyak bumi Indonesia saat ini masih jauh dari target. Dari capaian 1 juta barel per hari di masa lalu, kini produksi harian hanya berkisar 580-590 ribu barel, bahkan belum mencapai target 600 ribu barel.
"Sampai hari ini kan belum ada temuan-temuan baru yang signifikan," tambahnya.
Ia berharap Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mendorong peningkatan produksi. Namun, ia mencatat bahwa peningkatan produksi yang ada saat ini lebih banyak terjadi di sektor gas bumi, bukan minyak mentah.
"Temuan-temuan yang ada, development yang ada itu oleh SKK migas ada di gas sekarang. Jadi saya pikir kita coba lihat ini dari crude oil-nya bagaimana," jelas Dony.
Ia memperkirakan bahwa jika ada temuan baru yang signifikan, lifting minyak pada tahun 2026 bisa mencapai 610-615 ribu barel.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Kian Memanas, Begini Kata Bos Kadin
Dony menambahkan, upaya mendorong produksi dalam negeri secara instan tidak mudah karena pengembangan minyak membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dengan kebutuhan minyak harian antara 1,2 hingga 1,6 juta barel per hari, dan produksi yang tidak mencapai 600 ribu barel, Indonesia sangat bergantung pada impor.
"Crude (oil) yang kita miliki sekarang tidak mencukupi," tegasnya.
Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan situasi konflik global, diperkirakan akan semakin mengangkat harga minyak mentah.
Untuk itu, pemerintah diminta untuk waspada terhadap potensi kenaikan harga migas yang signifikan. Ia mengakui bahwa tantangan efisiensi akan semakin besar di tengah kenaikan harga. "Mudah-mudahan tidak terlalu berdampak yang besar menurut kita," pungkas Dony.
Seperti diketahui, konflik geopolitik, terutama di Timur Tengah yang kaya cadangan minyak, secara historis memicu fluktuasi dan kenaikan harga minyak. Iran sendiri adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia.
Sekitar 20% konsumsi minyak dunia dan 20% gas alam cair (LNG) dikirim melalui Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Gangguan jalur distribusi, seperti keharusan kapal tanker berputar melalui jalur selatan Afrika, menambah waktu tempuh dan biaya, yang berdampak pada peningkatan inflasi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






