Optimalisasi Lahan Tidur PTPN IV, Teh Tetap Jadi Komitmen Utama

AKURAT.CO PTPN IV Regional II menegaskan bahwa langkah optimalisasi terhadap sebagian areal lahan tidur (diberakan) di kebun teh Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, telah melalui kajian menyeluruh dari berbagai aspek, baik bisnis, sosial, maupun lingkungan.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan tanpa mengganggu eksistensi kebun teh yang telah lama menjadi komoditas unggulan.
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II, Muhammad Ridho Nasution, menjelaskan bahwa optimalisasi bukanlah bentuk konversi total kebun teh menjadi kelapa sawit.
“Langkah ini murni strategi tata kelola aset, agar lahan yang tidak produktif bisa kembali memberikan manfaat. Tidak ada kebijakan untuk mengonversi seluruh kebun teh menjadi sawit,” kata Ridho, Senin (14/7/2025).
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Respons Cepat Arahan Presiden, Targetkan ROA 10 Persen di 2029
Menurutnya, pemberaan lahan yang berkepanjangan justru memicu potensi kerugian secara finansial, bahkan membuka peluang penguasaan ilegal.
Oleh karena itu, diversifikasi tanaman di lahan yang sudah tidak efektif untuk teh menjadi pilihan rasional. Ridho menegaskan bahwa komitmen PTPN IV terhadap pengembangan teh tetap kuat, bahkan menjadi bagian dari identitas perusahaan.
Prestasi kebun teh PTPN IV Regional II dalam dua tahun terakhir menjadi bukti keseriusan ini. Teh Butong meraih juara dalam ajang National Tea Competition (NTC) 2025 di Yogyakarta, sementara Pabrik Teh Tobasari juga keluar sebagai salah satu pemenang.
Selain itu, unit Kebun Teh Bah Butong mencetak sejarah dengan meraih laba positif untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir hingga Mei 2025.
Tak hanya menunjukkan performa bisnis, produk teh seperti Teh Butong dan Teh Tobasari juga telah menembus pasar premium dan digunakan di hotel-hotel ternama seperti Sinabung Hills Berastagi.
Dalam mendukung keberlanjutan, PTPN IV juga mengembangkan kawasan ekowisata kebun teh di Bah Butong dan Sidamanik yang menggabungkan edukasi agrikultur, konservasi lingkungan, dan potensi pariwisata.
Baca Juga: PalmCo PTPN IV Perluas Program Cegah Stunting hingga Capai 1.344 Anak
Menurut Ridho, keberhasilan transformasi ini merupakan hasil restrukturisasi manajemen yang tepat dan komitmen terhadap pengelolaan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan, karena seluruh kebijakan perusahaan dijalankan berdasarkan kajian ilmiah dan prinsip tata kelola yang baik.
Sementara itu, Manajer Unit Teh PTPN IV PalmCo, Armansyah Putra Siregar, menambahkan bahwa dari total 6.230 hektare kebun teh, hanya sekitar 130 hektare yang dioptimalisasi.
Lahan tersebut dinilai tidak lagi ekonomis jika ditanami teh. Ia memastikan bahwa seluruh proses telah sesuai regulasi dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat lokal.
Armansyah juga menyebut bahwa langkah optimalisasi ini telah melalui konsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta mendapat persetujuan teknis dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun. Sosialisasi kepada masyarakat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga telah dilakukan pada 5 Juli 2025.
“Kami sangat menyadari nilai ekologis dan sosial Sidamanik. Karena itu, pendekatan kami berbasis data dan dialog, bukan sepihak. Kami ingin semua pihak memahami bahwa ini adalah langkah strategis dan legal untuk keberlanjutan,” tutup Armansyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








