Hilirisasi Pertanian Serap Rp371 Triliun Investasi dan 8,6 Juta Tenaga Kerja
Hefriday | 4 Agustus 2025, 21:57 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya penguatan hilirisasi sektor pertanian sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dirinya juga menyatakan bahwa hilirisasi bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga mengedepankan nilai tambah dari hasil pertanian melalui proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasarannya ke pasar global.
“Hilirisasi adalah masa depan pertanian kita. Ini bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana hasil petani bisa diolah, dikemas, dan dipasarkan hingga ke mancanegara,” ujar Amran dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).
Sebagai bentuk komitmen, pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan dengan total investasi mencapai Rp371 triliun. Dana ini akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan program hilirisasi pertanian yang diperkirakan mampu menyerap hingga 8,6 juta tenaga kerja. Program ini dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama dalam pembangunan ekonomi berbasis sektor agrikultur.
Untuk memastikan program berjalan secara optimal, Mentan menyampaikan bahwa implementasinya akan dilakukan melalui kemitraan strategis antara petani, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pihak swasta. Tujuannya adalah menciptakan sinergi yang solid dari hulu ke hilir, serta meningkatkan efisiensi dan akses petani terhadap pasar dan teknologi.
“Dengan kemitraan, kita ingin petani tidak berjalan sendiri. Mereka harus terhubung dengan industri, didampingi oleh BUMN, dan didukung oleh teknologi serta investasi swasta. Tujuannya satu, yakni nilai tambah dan kesejahteraan petani,” jelas Amran.
Program hilirisasi yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan) mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, pembangunan infrastruktur logistik, penguatan akses pasar ekspor, hingga digitalisasi rantai pasok. Transformasi ini diharapkan mampu mendorong daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.
Amran mengungkapkan bahwa langkah strategis hilirisasi ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden disebut telah memerintahkan Kementan untuk fokus pada produksi pangan bernilai tinggi serta mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya untuk produk gula putih dan raw sugar yang selama ini menyedot anggaran negara dalam jumlah besar.
“Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi dan memproduksi pangan yang demand-nya tinggi di tingkat dunia. Termasuk menyetop impor white sugar maupun raw sugar, yang nilainya mencapai triliunan setiap tahun,” tegas Amran.
Menurutnya, keberhasilan hilirisasi tak bisa dicapai hanya oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi yang menyeluruh dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
Kementan telah menetapkan 14 komoditas strategis yang menjadi fokus utama dalam pengembangan hilirisasi, antara lain kelapa sawit, kakao, kopi, tebu, dan hortikultura. “Kita yakin Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia dan kesejahteraan petani akan meningkat dengan signifikan,” imbuhnya.
Di tengah kesibukannya menjalankan program nasional tersebut, Mentan Amran baru-baru ini juga mendapatkan kunjungan dari tiga tokoh nasional, yakni Adhyaksa Dault, Paskah Suzetta, dan Anton Apriantono. Kunjungan tersebut memberikan dukungan moral yang dinilai penting dalam memperkuat semangat kerja jajaran Kementan.
“Dukungan para tokoh ini menjadi penyemangat bagi kami untuk bekerja lebih cepat,” tukas Amran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










