Gejolak Sosial Politik, Kadin Siap Jembatani Dunia Usaha dengan Pemerintah
Hefriday | 2 September 2025, 18:08 WIB

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan siap berperan aktif sebagai jembatan antara dunia usaha dan pemerintah dalam mengatasi dampak instabilitas keamanan terhadap perekonomian nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan dunia usaha tidak memiliki kepentingan politik, tetapi sangat berkepentingan dengan stabilitas politik dan keamanan.
Sejumlah ketua asosiasi yang hadir, termasuk dari Apindo, Gapmmi, hingga asosiasi logistik, mendukung langkah Kadin. Mereka menilai komunikasi erat dengan pemerintah dan aparat keamanan menjadi kunci memperbaiki kepercayaan pasar.
Kadin juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap kebijakan fiskal. Beban pajak, tarif bea masuk, dan kenaikan harga energi disebut berpotensi menghambat kemampuan dunia usaha dalam memenuhi kewajiban, termasuk pembayaran upah minimum provinsi (UMP) tahun depan.
“Ini momentum bagi semua pihak untuk bersatu dalam semangat Indonesia Incorporated. Dunia usaha siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional,” kata Anindya.
“Tanpa situasi aman, perdagangan dan investasi tidak bisa berjalan. Itu yang paling dikhawatirkan pelaku usaha,” ujar Anindya di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Dalam dialog daring dengan 200 asosiasi anggota Kadin, Anindya mendengarkan aspirasi pelaku usaha yang menghadapi tekanan akibat gangguan keamanan. Para pengusaha mengeluhkan hambatan rantai pasok, ketidakpastian izin investasi, hingga potensi penurunan daya beli masyarakat.
Dalam dialog daring dengan 200 asosiasi anggota Kadin, Anindya mendengarkan aspirasi pelaku usaha yang menghadapi tekanan akibat gangguan keamanan. Para pengusaha mengeluhkan hambatan rantai pasok, ketidakpastian izin investasi, hingga potensi penurunan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Rantai Pasok Mulai Terganggu Akibat Aksi Anarkis, Kadin Tuntut Stabilitas Keamanan
Sebagai respon, Kadin merumuskan sejumlah langkah strategis. Pertama, memperluas komunikasi dengan pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, maupun organisasi masyarakat.
Sebagai respon, Kadin merumuskan sejumlah langkah strategis. Pertama, memperluas komunikasi dengan pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, maupun organisasi masyarakat.
“Dialog harus dibuka seluas mungkin agar dunia usaha mendapat kepastian informasi, bukan sekadar rumor dari media sosial,” katanya.
Kedua, Kadin berencana melakukan audiensi langsung dengan Kapolri, Panglima TNI, dan pimpinan aparat di daerah untuk memastikan keamanan di sentra industri. Ketiga, Kadin akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam program pasar murah guna meredam gejolak harga.
Selain itu, Kadin menekankan pentingnya menjaga iklim investasi. “Kepercayaan investor adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, proses perizinan di BKPM harus benar-benar dipermudah, tanpa hambatan dan pungutan tidak sah,” ujar Anindya.
Kedua, Kadin berencana melakukan audiensi langsung dengan Kapolri, Panglima TNI, dan pimpinan aparat di daerah untuk memastikan keamanan di sentra industri. Ketiga, Kadin akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam program pasar murah guna meredam gejolak harga.
Selain itu, Kadin menekankan pentingnya menjaga iklim investasi. “Kepercayaan investor adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, proses perizinan di BKPM harus benar-benar dipermudah, tanpa hambatan dan pungutan tidak sah,” ujar Anindya.
Sejumlah ketua asosiasi yang hadir, termasuk dari Apindo, Gapmmi, hingga asosiasi logistik, mendukung langkah Kadin. Mereka menilai komunikasi erat dengan pemerintah dan aparat keamanan menjadi kunci memperbaiki kepercayaan pasar.
Kadin juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap kebijakan fiskal. Beban pajak, tarif bea masuk, dan kenaikan harga energi disebut berpotensi menghambat kemampuan dunia usaha dalam memenuhi kewajiban, termasuk pembayaran upah minimum provinsi (UMP) tahun depan.
“Ini momentum bagi semua pihak untuk bersatu dalam semangat Indonesia Incorporated. Dunia usaha siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional,” kata Anindya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








