Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Salurkan Rp1,24 Triliun Bantuan Pangan Untuk Warga Terdampak Banjir Sumatera

Hefriday | 13 Desember 2025, 07:05 WIB
Pemerintah Salurkan Rp1,24 Triliun Bantuan Pangan Untuk Warga Terdampak Banjir Sumatera

AKURAT.CO Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan tiga jenis bantuan pangan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Bantuan tersebut diberikan untuk mempercepat pemulihan serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
 
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa bantuan pertama yang disalurkan adalah paket reguler bernilai Rp918 miliar.
 
Paket ini terdiri atas beras dan minyak goreng yang merupakan bagian dari program rutin pemerintah. “Bantuan ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan pemulihan,” kata Amran.
 
Bantuan kedua adalah paket non-reguler dengan nilai Rp330 miliar, yang disalurkan atas permintaan pemerintah daerah akibat kondisi darurat bencana. Total nilai kedua jenis bantuan tersebut mencapai Rp1,249 triliun. “Ini tambahan dari permintaan gubernur dan bupati di tiga provinsi,” ujar Amran.
 
 
Amran menjelaskan pemerintah juga menyetujui permintaan tambahan 10 ribu ton beras dari Gubernur Aceh sebagai bagian dari bantuan ketiga. “Kami tanda tangan setuju dan langsung kirim,” tambahnya. Dengan tambahan ini, alokasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk Aceh meningkat signifikan.
 
Menurut Amran, pemerintah bergerak cepat untuk mendukung penanganan bencana dengan mengintensifkan program bantuan pangan dan penggalangan donasi. Tiga jenis bantuan yang disiapkan berasal dari APBN dan donasi sukarela yang digalang dari pegawai Kementan serta mitra strategis.
 
“Sampai hari ini sudah terdapat tiga jenis bantuan yang kami upayakan,” ujarnya.
 
Program reguler yang telah berjalan sejak Oktober 2025 mencakup penyaluran 34,3 ribu ton beras dan 6,86 juta liter minyak goreng kepada 1,7 juta penerima bantuan pangan (PBP) di tiga provinsi.
 
Aceh mendapat alokasi 10.613 ton beras dan 2,12 juta liter minyak goreng untuk 530 ribu PBP. Sumut memperoleh 16.893 ton beras dan 3,38 juta liter minyak goreng bagi 844 ribu PBP, sementara Sumbar menerima 6.794 ton beras dan 1,35 juta liter minyak goreng untuk 339 ribu PBP.
 
Sementara program non-reguler memanfaatkan stok CBP yang disediakan Bulog untuk kondisi bencana. Dengan stok yang kuat, pemerintah tidak ragu mendistribusikan beras tambahan bagi masyarakat terdampak. Hingga 10 Desember 2025, Aceh menerima 16,29 ribu ton CBP, Sumut 6,53 ribu ton, dan Sumbar 795 ton, dengan total sasaran lebih dari 3,9 juta jiwa.
 
Selain bantuan dari APBN, Kementan dan Bapanas juga menggalang donasi dari pegawai serta mitra strategis. Amran menyebutkan total donasi yang terkumpul mencapai Rp75 miliar. “Pengiriman tahap kedua sudah kami lakukan. Total Rp44 miliar dalam bentuk barang telah dikirim,” tuturnya.
 
Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan diubah ke bentuk barang agar dapat langsung digunakan masyarakat di lokasi bencana. Bantuan tersebut dikawal hingga tiba di daerah tujuan dan diangkut menggunakan lebih dari 150 truk pada pengiriman tahap kedua.
 
Untuk menjamin ketahanan pangan masyarakat terdampak, pemerintah juga menyiapkan cadangan beras hingga tiga kali lipat kebutuhan. Kementan kembali mengirim paket bantuan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk bahan makanan, air mineral, perlengkapan pakaian, serta kebutuhan dasar lain seperti selimut, sarung, mukena, hingga kasur lipat.
 
Amran menegaskan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan seluruh bantuan tepat sasaran serta distribusi berjalan lancar. “Kami pastikan tak ada warga yang kekurangan pangan di tengah situasi darurat ini,” kata Amran.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa