Apresiasi Pernyataan Menkeu Purbaya Terkait Tingginya Tarif Cukai Rokok, Agus Gondrong: Kami Siap Diajak Diskusi!

AKURAT.CO Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengapresiasi pernyataan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa yang merasa heran dengan tingginya tarif cukai rokok hingga menembus angka 57%.
Penyataan tersebut merupakan angin segar sekaligus harapan baru bagi para petani tembakau yang dalam beberapa tahun terakhir ini, terjerat oleh kebijakan tingginya tarif cukai rokok.
Apalagi, Menkeu Purbaya juga menilai terdapat kebijakan yang aneh soal cukai rokok, hingga dirinya paham kebijakan tersebut sengaja dibuat tinggi demi menekan jumlah perokok.
“Kami selaku pemerintah daerah yang mana perekononiman masyarakatnya dominan dipengaruhi oleh sektor pertembakauan, mengucapkan terima kasih atas apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan. Apresiasi sebesar-besarnya kepada pak Menteri. Ini sebagai pintu awal bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertembakauan yang merasakan dampak negatif dari kebijakan tingginya tarif cukai rokok,” ungkapnya, Minggu (21/9/2025).
Baca Juga: Budayawan: Sumbang Cukai Rokok Rp216,9 Triliun, Kretek Dihancurkan oleh Bangsa Sendiri
Agus menjelaskan, di Kabupaten Temanggung sendiri, tercatat ada 14 wilayah kecamatan yang masyarakatnya berkecimpung di sektor pertembakauan. Sehingga, hal ini sangat berdampak luas terhadap perekonomian daerah.
Dirinya berharap, ke depan, pemerintah pusat memiliki arah kebijakan yang dapat melindungi para petani, serta mereka yang selama ini menggantungkan hidup terhadap sektor pertembakauan.
“Sektor pertembakauan adalah dasar ekonomi kerakyatan di tingkat pedesaan Temanggung. Sehingga, besar harapan, rakyat kami yang berkecimpung di sektor pertembakauan masa depannya dapat terlindungi,” imbuhnya.
Bahkan, dirinya mengaku akan selalu bersedia apabila suatu saat diminta memberikan masukan dan pertimbangan oleh Menteri Purbaya, terkait beragam kebijakan yang menyangkut sektor pertembakauaan.
“Kami percaya Pak Menteri akan sennatiasa mengkedepankan kepentingan rakyat demi memperbaiki perekonomian berbasis sektor pertanian tembakau,” tukasnya.
Tingginya tarif cukai rokok sendiri, berdampak pada harga rokok di pasaran yang semakin mahal. Hal tersebut menyebabkan daya beli masyarakat kian menurun sekaligus berimbas pada penjualan produk oleh pihak industri kian anjlok.
Alhasil, penyerapan bahan baku tembakau di tingkat petani juga semakin menurun, seiring berkurangnya kuantitas produksi oleh pabrikan. Ujung-ujungnya, perputaran ekonomi di sektor pertembakauan semakin lesu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







