Tim MBG Bentuk Lima Pokja, Fokus Kendalikan Pasokan Bahan Pangan dan Inflasi

AKURAT.CO Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membentuk lima Kelompok Kerja (Pokja) untuk mempercepat pelaksanaan program MBG. Salah satu Pokja yang menjadi perhatian ialah Pokja Pasokan Bahan Baku Pangan.
Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi sekaligus Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan, kebutuhan bahan pangan meningkat tajam seiring beroperasinya 14.773 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Setiap SPPG harus memenuhi kebutuhan 3.000–3.500 penerima manfaat MBG per hari.
“Karena permintaan terus meningkat, harga sayuran, telur, dan daging ayam mulai naik dan dapat memicu inflasi pangan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Nanik menambahkan, lonjakan permintaan bahan pangan diperkirakan terus berlanjut hingga memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta bulan Ramadan dan Idulfitri tahun depan.
Dalam kondisi ini, Pokja Pasokan Bahan Baku Pangan diharapkan mampu membuat langkah antisipatif agar inflasi tetap terkendali.
Baca Juga: Putusan MK Jadi Penguat Langkah Presiden Prabowo Mereformasi Polri
“Diharapkan Pokja dapat mengantisipasi persoalan ini sehingga masyarakat dapat merayakan Natal, Ramadan, dan Idulfitri dengan tenang,” kata dia.
Salah satu strategi yang telah disiapkan, kata Nanik, adalah dukungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang menyiapkan anggaran Rp20 triliun untuk pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di seluruh Indonesia.
Investasi ini diproyeksikan menjamin kecukupan daging ayam dan telur untuk program MBG.
Karena pembangunan peternakan terintegrasi membutuhkan waktu, pemerintah menggandeng TNI, Kementerian Koperasi dan UKM, serta pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai lokasi penanaman sayur, buah, dan pengembangan peternakan.
“Pembangunan akan dimulai Januari 2026. Ini bagian dari strategi pemerintah untuk menyejahterakan peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tuturnya.
Nanik juga meminta Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, untuk menginstruksikan diversifikasi bahan pangan menjelang Desember. Langkah ini diperlukan guna mengurangi tekanan permintaan terhadap telur dan ayam.
“Misalnya untuk sementara telur atau ayam diganti dengan ikan,” tegasnya.
Menurut Nanik, pembentukan lima Pokja ini krusial untuk menyelesaikan berbagai persoalan lintas kementerian/lembaga dalam penyelenggaraan MBG.
“Pembentukan pokja-pokja ini sangat penting agar kita dapat segera menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan program MBG secara lintas kementerian/lembaga,” pungkasnya.
Baca Juga: Kumamoto Masters 2025: Langkah Gregoria Terhenti di Final, Laga Berakhir Antiklimaks
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









