Menko Zulhas: Peran Daerah Jadi Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan peran pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah secara nasional.
Menurutnya, keterlibatan aktif daerah diperlukan untuk memastikan tata kelola pasokan, distribusi, hingga dampak ekonomi program berjalan optimal.
Penegasan itu disampaikan Zulkifli Hasan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan MBG di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Menko Pangan Panen Brokoli hingga Ayam Petelur di Rumah Pangan PNM
Rakor tersebut menjadi ajang sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG, sekaligus percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Zulhas menjelaskan, Perpres 115/2025 menempatkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana utama program MBG dengan dukungan lintas kementerian dan lembaga, serta peran strategis pemerintah daerah.
Dirinya menekankan, MBG bukan sekadar program makan gratis, melainkan instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi rakyat sekaligus mengendalikan inflasi pangan.
“Bayangkan dampaknya. Ketika 82,9 juta penerima manfaat makan serentak, suplai dan harga pangan harus benar-benar kita kelola. Di sinilah peran daerah menjadi kunci,” ujar Zulkifli.
Berdasarkan data hingga 16 Desember 2025, sistem MBG telah memiliki 17.764 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan lebih dari 50 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring perluasan program secara nasional.
Dengan skala sebesar itu, Zulhas menilai MBG memiliki daya ungkit besar terhadap ekonomi rakyat. Bahkan, satu jenis menu yang dikonsumsi secara massal dapat memengaruhi harga pangan di tingkat nasional apabila tidak dikelola dengan baik.
Baca Juga: Komisi IV DPR Bakal Panggil Menko Pangan Zulhas Bahas Kejelasan Beras Satu Harga
“Kalau telur dimakan 80 juta orang dalam satu hari, harga telur bisa langsung naik. Karena itu tata kelola pasokan harus dikendalikan bersama,” katanya.
Dirinya menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatur rantai pasok pangan, mulai dari produksi hingga distribusi.
Menurutnya, pengendalian suplai menjadi kunci agar program MBG berjalan berkelanjutan tanpa menimbulkan gejolak harga.
Zulhas juga mendorong keterlibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta petani, nelayan, dan peternak lokal sebagai pemasok utama bahan pangan MBG.
Skema ini dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal dan memastikan manfaat program dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
“Ini konsep close loop economy. Yang bergerak bukan hanya industri besar, tapi warung, petani, nelayan, peternak kecil. Presiden ingin ekonomi tumbuh 8 persen, itu hanya bisa dicapai kalau ekonomi rakyat bergerak,” ujarnya.
Lebih jauh, Zulhas menyebut MBG sebagai sebuah “revolusi peradaban” karena dampaknya tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup aspek kebersihan, keamanan pangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Gizi Nasional, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Gubernur Jawa Barat, jajaran kepala daerah kabupaten dan kota se-Jawa Barat, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
Pemerintah berharap sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat dan menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








