PGN LNG Pastikan Keandalan Pasokan Gas Lewat STS di FSRU Lampung

AKURAT.CO PT PGN LNG Indonesia (PLI) melaksanakan kegiatan Ship-to-Ship Transfer (STS) di FSRU Lampung. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian operasional LNG FSRU Lampung di tahun 2026.
Pada kegiatan STS ini, kargo LNG kurang lebih sebesar 140.500 m³ dihantarkan dari Terminal LNG Donggi Senoro, Sulawesi Tengah, menggunakan kapal pengangkut LNG.
Kegiatan ini sekaligus menandai STS ke FSRU Lampung di tahun 2026, yang berlangsung dengan aman, lancar, dan sesuai dengan standar operasional serta keselamatan yang berlaku.
Direktur Utama PGN LNG, Nofrizal, menyampaikan, memasuki tahun 2026, FSRU Lampung siap menerima 30 kargo LNG sesuai jadwal. Seluruh perwira PGN LNG bersama para mitra secara profesional menjaga keandalan operasional LNG, khususnya dalam memastikan pemenuhan pasokan gas bagi pembangkit dan sektor industri di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera.
Baca Juga: Danau Kemiri Pagardewa CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet Hingga 33 Persen
“Kami memastikan seluruh kegiatan operasional FSRU Lampung senantiasa mematuhi komitmen keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga berjalan aman, lancar, dan tepat waktu. Komisaris, Direksi, dan Perwira PGN LNG siap bekerja keras menjaga semangat serta komitmen dalam setiap misi energi untuk negeri,” kata Nofrizal dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Melalui pengelolaan FSRU Lampung dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan STS ini, PLI terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional, menopang kebutuhan sektor industri dan pembangkit, serta memastikan keberlanjutan pasokan gas bumi.
FSRU Lampung merupakan fasilitas penyimpanan LNG terapung yang dikelola oleh PLI, sebagai subsidiary PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
FSRU Lampung memiliki kapasitas penyimpanan LNG sebesar 170.000 m³ dengan kapasitas regasifikasi mencapai 240 MMSCFD, yang berperan strategis dalam menjaga keandalan pasokan gas nasional.
Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PLI berperan aktif dalam menyalurkan energi bersih bagi Indonesia serta mendukung agenda transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






