Minyak Dunia Turun Tipis, Pasar Cermati Negosiasi AS-Iran

AKURAT.CO Harga minyak dunia melemah tipis pada perdagangan Rabu seiring kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang memunculkan harapan meredanya ketegangan bilateral serta menurunkan risiko gangguan pasokan dari produsen utama Timur Tengah tersebut.
Dikutip dari Reuters, Rabu (18/2/2026) kontrak berjangka Brent tercatat turun 3 sen atau 0,04% menjadi USD67,39 per barel pada pukul 01.39 GMT.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 5 sen atau 0,08% ke level USD62,28 per barel. Kedua acuan tersebut diperdagangkan di sekitar posisi terendah dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga: Konflik AS–Venezuela, Begini Dampaknya ke Harga Minyak Global
Iran dan AS pada Selasa dilaporkan mencapai kesepahaman mengenai “prinsip-prinsip panduan” utama dalam pembicaraan untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang telah berlangsung lama.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa kesepahaman tersebut belum berarti kesepakatan final akan segera tercapai.
Pelaku pasar pun masih berhati-hati terhadap prospek keberlanjutan kemajuan tersebut. Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyatakan bahwa terobosan signifikan memang berpotensi meredakan ketegangan geopolitik sekaligus meningkatkan pasokan minyak Iran ke pasar global.
“Meskipun terobosan yang berarti akan meredakan ketegangan geopolitik dan berpotensi meningkatkan pasokan minyak Iran, kami tetap skeptis bahwa hasil ini akan tercapai dalam jangka pendek,” kata Tony Sycamore.
Di sisi lain, tekanan terhadap harga juga datang dari laporan media Rusia yang menyebutkan produksi di ladang minyak Tengiz, Kazakhstan meningkat kembali setelah sempat mengalami penangguhan pada Januari lalu.
Sumber Reuters menyebutkan ladang tersebut ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada 23 Februari.
Baca Juga: Permintaan Minyak Global Melemah, ICP Agustus 2025 Turun ke USD66,07 per Barel
Pelaku pasar kini menanti laporan persediaan minyak mingguan dari American Petroleum Institute yang dijadwalkan rilis Rabu waktu setempat, serta data resmi dari Energy Information Administration pada Kamis.
Berdasarkan survei Reuters terhadap para analis, persediaan minyak mentah AS diperkirakan meningkat sekitar 2,3 juta barel pada pekan yang berakhir 13 Februari.
Sebaliknya, stok bensin diproyeksikan turun sekitar 200.000 barel dan persediaan distilat menyusut sekitar 1,6 juta barel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








