Harga Minyak Dunia Naik Tipis Usai Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa

AKURAT.CO Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan Senin (28/7/2025) menyusul tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Dilansir Reuters, Senin (28/7/2025) Minyak mentah Brent berjangka naik tipis 22 sen, atau 0,32%, menjadi USD68,66 per barel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di level USD65,38 per barel, naik 22 sen, atau 0,34%.
Bukan hanya karena kesepakatan dagang AS dan Eropa, harga ini juga dipicu adanya kemungkinan diperpanjangnya jeda tarif antara AS dan China.
Baca Juga: Bahlil: Doa dan Ikhtiar Jadi Kunci Hadapi Kenaikan Harga Minyak Dunia
Sehingga, hal ini mengurangi kekhawatiran investor terhadap dampak negatif kebijakan tarif terhadap pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi.
Adapun, pada Minggu kemarin AS dan Uni Eropa menyepakati kerangka kerja perdagangan yang menetapkan tarif impor sebesar 15% terhadap sebagian besar barang Uni Eropa.
Kesepakatan ini dinilai mampu mencegah eskalasi perang dagang antara dua kekuatan ekonomi besar dunia, yang secara kolektif menyumbang hampir sepertiga dari total perdagangan global.
Selain itu, negosiator senior dari AS dan China dijadwalkan bertemu di Stockholm pada hari yang sama, dengan agenda memperpanjang gencatan senjata tarif yang akan berakhir pada 12 Agustus.
Pertemuan ini menambah optimisme pasar bahwa ketegangan dagang tidak akan meningkat dalam waktu dekat.
Di sisi lain, perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, dikabarkan tengah bersiap melanjutkan operasi patungan dengan mitra internasional setelah AS di bawah Presiden Donald Trump kembali memberikan otorisasi ekspor melalui skema barter minyak (swap), menurut sumber internal perusahaan.
Lebih lanjut, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dijadwalkan menggelar pertemuan panel pemantau pasar pada hari ini.
Empat delegasi OPEC mengindikasikan bahwa pertemuan ini kemungkinan tidak akan merekomendasikan perubahan terhadap rencana peningkatan produksi sebesar 548.000 barel per hari pada Agustus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








