Dana Sawit Rp10,89 Triliun Digelontorkan, Produktivitas Petani Dikejar

AKURAT.CO Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyalurkan dana sebesar Rp10,89 triliun hingga awal 2026 untuk mendukung program peremajaan sawit rakyat (PSR).
Dana tersebut disalurkan kepada petani kecil guna meningkatkan produktivitas kebun dan memperkuat kontribusi sawit rakyat terhadap industri kelapa sawit nasional.
Seperti yang diketahui, Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia mulai meluncurkan program PSR sejak akhir 2017.
Namun, implementasi program ini sempat berjalan lambat akibat penurunan produksi dan pendapatan petani pada fase awal peremajaan, serta kompleksitas persyaratan administrasi.
Baca Juga: Kreatifnya Aspekpir-BPDP Olah Pelepah Sawit Jadi Produk UMKM
Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim mengatakan, hingga saat ini dana yang telah disalurkan mencakup sekitar 384 ribu hektare kebun sawit rakyat.
Luasan tersebut merupakan bagian dari total potensi sekitar 2 juta hektare kebun rakyat yang masih dapat dibiayai melalui program peremajaan.
“Masih terdapat ruang yang cukup besar untuk memperluas program ini. Pada 2026, kami menargetkan penyaluran dana untuk sekitar 50 ribu hektare peremajaan,” kata Zaid kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Petani kecil diketahui menyumbang sekitar 40% dari total produksi kelapa sawit Indonesia. Pemerintah menilai peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi kunci menjaga daya saing industri sawit nasional, sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani.
Melalui program PSR, pemerintah menargetkan produktivitas petani sawit meningkat menjadi sekitar 3 ton per hektare per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian rata-rata pada 2024 yang berada di kisaran 2,5 ton per hektare per tahun.
Baca Juga: BPDP Luncurkan Katalog 100 Produk UMKM Sawit, Dorong Industri yang Lebih Berkelanjutan
"Dana PSR tersebut bersumber dari pungutan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya. Kami mencatat, sepanjang 2025, pungutan yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp31 triliun. Selain untuk peremajaan kebun rakyat, dana tersebut juga digunakan untuk mendukung program strategis lain, termasuk pemenuhan kewajiban campuran biodiesel dalam bauran energi nasional," paparnya.
Pemerintah berharap percepatan peremajaan sawit rakyat tidak hanya meningkatkan produksi jangka panjang, tetapi juga menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku industri serta mendukung ketahanan energi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







