Bappenas: Makan Bergizi Gratis Jadi Big Push Transformasi Ekonomi

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan instrumen strategis yang berpotensi mendorong transformasi ekonomi nasional berbasis data.
Rachmat menilai MBG dapat berfungsi sebagai big push dalam perekonomian karena bekerja dari dua sisi sekaligus, yakni mendorong produksi di hulu dan menarik permintaan di hilir. Efek berantai itu, menurutnya, menjangkau produsen pangan, penyedia jasa, hingga penerima manfaat di tingkat rumah tangga.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai model big push yang strategis karena berperan sebagai push factor sekaligus pull factor dalam rantai besar perekonomian nasional, dari produsen hingga penerima manfaat,” ujar Rachmat dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: MBG Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja, Bappenas: Kunci Pembangunan Nasional
Rachmat menjelaskan, setiap negara memiliki pendekatan berbeda untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Indonesia, kata dia, membutuhkan kebijakan yang mampu menciptakan perubahan struktural dan dampak sosial berskala besar.
Dalam konteks tersebut, Rachmat mengutip big push theory dari ekonom Paul N. Rosenstein-Rodan yang menekankan pentingnya dorongan awal berskala besar agar transformasi ekonomi dapat berjalan berkelanjutan.
Menurutnya, MBG dapat memainkan peran tersebut bila ditopang sistem data yang solid.
“Apabila variabel anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), belanja dapur, serta keterhubungan belanja dengan penerima manfaat dapat terekam oleh BPS, Indonesia akan memiliki data yang kuat untuk menunjukkan terjadinya perubahan sosial yang sangat signifikan,” katanya.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, lanjut Rachmat, telah menekankan pentingnya integrasi data untuk memastikan pemantauan dan evaluasi program MBG berjalan komprehensif dan terukur.
Dalam skema tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan membangun sistem informasi digital yang mampu mencatat seluruh transaksi, merekam output program, serta mengukur dampak kebijakan.
Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) berperan mengumpulkan dan memverifikasi data di tingkat masyarakat guna menjaga akurasi dan keterpaduan data nasional.
Bappenas mendorong kesepakatan kerangka analisis lanjutan berbasis theory of change (ToC) agar pelaksanaan MBG dapat dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari aspek input, proses, output, hingga outcome.
Baca Juga: Bappenas Dorong Alumni IPB Perkuat Hulu Pangan MBG
Selain itu, penguatan mekanisme berbagi-pakai data, pemanfaatan data BPS untuk pemantauan kebijakan, pelaksanaan survei rutin hingga tingkat subnasional, serta integrasi Survei Konsumsi Masyarakat Indonesia (SKMI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dinilai krusial untuk memastikan dampak MBG benar-benar terukur.
“Kita sedang membuat sejarah perubahan sosial dari cita-cita Bung Karno. Seratus tahun kemudian, kita menciptakan Indonesia Emas, dan program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian menuju pencapaian Indonesia Emas 2045,” tutup Rachmat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







