Mendag Budi: Kopdes Merah Putih Harus Go Global

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap memfasilitasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih agar mampu menembus pasar ekspor.
Langkah ini ditandai dengan pelepasan ekspor perdana produk kakao olahan dari Kopdes Merah Putih di Jembrana, Bali.
“Kami ingin yang ekspor itu tidak hanya dari kota, tetapi sampai desa bisa ekspor. Sehingga yang bisa ekspor tidak hanya perusahaan besar, tetapi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih juga harus bisa ekspor,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (26/2/2026.
Baca Juga: Kemendag: 92 Persen Pasar Rakyat di Sumatera Terdampak Bencana Kembali Buka
Lebih lanjut, Budi menegaskan pihaknya akan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pegawai dan anggota koperasi, termasuk pelatihan teknis untuk memenuhi standar ekspor.
Fasilitasi juga dilakukan melalui dukungan perwakilan dagang Indonesia di luar negeri, termasuk program business matching untuk memperluas jejaring pemasaran.
Diketahui, pada tahun 2024, Kemendag memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM masuk pasar ekspor dengan total nilai transaksi mencapai USD134,8 juta atau lebih dari Rp2 triliun.
Dari jumlah tersebut, sekitar 70% merupakan UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.
“Kita ingin ekspor kita naik. Caranya bagaimana? Salah satunya adalah dengan banyak perjanjian dagang yang bisa membuka akses pasar kita di luar negeri,” kata Budi.
Penguatan ekspor dari desa sejalan dengan program 'from local to global' yang dijalankan Kemendag. Pemerintah juga memetakan 741 desa untuk program desa ekspor mulai 2026.
Baca Juga: Kemendag Ajak HIPMI Export Center Buka Akses Pengusaha Lokal ke Pasar Global
Secara makro, ekspor Indonesia sepanjang 2024 tercatat mencapai USD258,8 miliar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Kontribusi terbesar masih berasal dari komoditas berbasis sumber daya alam seperti batu bara, kelapa sawit, dan produk turunannya.
Namun, pemerintah mendorong diversifikasi ekspor melalui produk bernilai tambah, termasuk kakao olahan.
Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Data International Cocoa Organization (ICCO) menunjukkan produksi kakao Indonesia berada di kisaran 650 ribu ton per tahun.
Penguatan hilirisasi kakao dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar global.
Selain itu, pemerintah telah menyelesaikan sejumlah perjanjian dagang internasional pada 2024, antara lain Indonesia-European Union CEPA, Indonesia-Kanada CEPA, Peru-Asia FTA, Indonesia-Peru CEPA, serta Indonesia-Tunisia FTA, yang ditargetkan mulai diimplementasikan tahun ini.
Masuknya koperasi desa ke pasar ekspor berpotensi memperluas basis eksportir nasional, yang selama ini didominasi pelaku usaha skala besar.
Skema ini juga dapat meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha desa melalui akses pasar yang lebih luas serta harga yang lebih kompetitif.
Bagi pelaku UMKM, fasilitasi ekspor membuka peluang peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, hingga sertifikasi internasional.
Sementara bagi pemerintah, diversifikasi eksportir dapat memperkuat struktur ekspor nasional dan mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










