Jangan Sampai Kehabisan, Tiket Kereta Lebaran 2026 KAI Baru Terjual Hampir 50 Persen

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 sudah hampir mencapai 50%.
Berdasarkan update 28 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, sebanyak 1.910.149 tiket telah terjual dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan. Tingkat okupansi sementara mencapai 42,5%, sehingga masih terdapat sekitar 2,58 juta tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Untuk KA Jarak Jauh, penjualan mencapai 1.873.640 tiket dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk, dengan tingkat okupansi 52,5%. Sementara itu, KA Lokal terjual 36.509 tiket dari kapasitas 926.936 tempat duduk atau okupansi 3,9%.
Baca Juga: Siap War! Ini Tips Beli Tiket Kereta Api agar Dapat Harga Terbaik
Penjualan KA Lokal diperkirakan terus meningkat mendekati hari keberangkatan karena mayoritas tiket baru dapat dipesan mulai H-7.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa pola perjalanan Lebaran menunjukkan peningkatan bertahap pada periode pra-Lebaran dan diperkirakan mencapai puncak pada H-3 hingga H-1, serta kembali meningkat pada periode arus balik.
Anne menambahkan bahwa masyarakat masih memiliki banyak pilihan tanggal dan relasi dengan okupansi yang relatif rendah. Pelanggan dapat mempertimbangkan fleksibilitas jadwal atau memanfaatkan skema connecting train untuk memperoleh rute dan waktu keberangkatan yang sesuai.
“KAI terus memantau dinamika penjualan dan memastikan kesiapan operasional agar Angkutan Lebaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan ruang mobilitas yang optimal bagi masyarakat,” kata Anne dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Adapun, sebagai bagian dari perluasan akses perjalanan masyarakat pada masa Lebaran, KAI menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang mulai dijual pada 25 Februari 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Hingga 28 Februari 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan mencatat penjualan 14.449 pelanggan dari total kapasitas 27.368 tempat duduk atau tingkat okupansi 53 persen.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Respons yang cukup baik menunjukkan bahwa layanan ini menjadi alternatif mobilitas yang diminati pada masa Angkutan Lebaran,” tutur Anne.
Pada sejumlah tanggal arus balik, tingkat keterisian Kereta Ekonomi Kerakyatan bahkan melampaui 100 persen per hari perjalanan karena adanya pola naik-turun penumpang pada lintas relasi. Hal ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap layanan dengan tarif terjangkau tersebut.
Beberapa tanggal dengan tingkat keterisian relatif rendah untuk KA Jarak Jauh antara lain:
1 April 2026 (H+10): 18.617 tiket terjual dari 161.100 seat (11,6%)
31 Maret 2026 (H+9): 29.812 tiket terjual dari 161.100 seat (18,5%)
30 Maret 2026 (H+8): 47.339 tiket terjual dari 163.432 seat (29%)
11 Maret 2026 (H-10): 32.964 tiket terjual dari 159.404 seat (20,7%)
12 Maret 2026 (H-9): 53.457 tiket terjual dari 159.404 seat (33,5%)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










