AALI Bukukan Laba Rp373 Miliar di Kuartal I-2026, Tumbuh 34,8 Persen

AKURAT.CO PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) atau Astra Agro mencatatkan kinerja yang cemerlang pada kuartal I-2026 dengan pendapatan sebesar Rp7,5 triliun dan laba bersih mencapai Rp373 miliar.
Pada sisi top line Astra Agro mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,8% year-on-year (YoY) sedangkan bottom line naik 34,8% yoy. Pertumbuhan kinerja Astra Agro selama kuartal I-2026 berkat peningkatan efisiensi operasional di seluruh lini serta pengendalian biaya dan belanja Perseroan.
Hal itu tercermin pada net profit margin (NPM) Perseroan yang menjadi 5% pada kuartal I-2026 dibandingkan dengan kuartal I-2025 pada posisi 3,9%.
Baca Juga: AALI Gelar RUPST 15 April 2026, Berikut Agendanya
Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo menyatakan performa positif Astra Agro pada kuartal I-2026 adalah hasil kolaborasi serta kuatnya dukungan para pemangku kepentingan yang menjadi motor dalam mendorong ketahanan operasional dan finansial Perseroan.
Pencapaian saat ini, lanjut Tingning berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders. Ia berterima kasih atas kepercayaan dan dedikasi seluruh pihak yang senantiasa mendampingi perjalanan Astra Agro.
"Mari terus memperkuat kolaborasi ini demi mewujudkan pertumbuhan yang saling membawa manfaat ke depan," kata Tingning dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Selain itu, kinerja Astra Agro kuartal I-2026 ditopang oleh volume penjualan CPO & derivatif yang naik 6,3% YoY dan penjualan Kernel & derivatif yang meningkat 9,8% YoY.
Perseroan optimistis harga CPO akan cukup supportif sepanjang tahun dengan kondisi permintaan dan kebutuhan di level yang relatif sama.
Kendati demikian, faktor kondisi cuaca dan usia tanaman masih menjadi komponen utama yang akan mempengaruhi pertumbuhan produksi.
Astra Agro berupaya untuk menjaga kinerja sampai dengan akhir tahun melalui perencanaan yang matang serta alokasi biaya yang tepat sasaran tanpa mengurangi kualitas operasional.
“Strategi tersebut untuk menjaga daya saing biaya produksi dan mengantisipasi volatilitas harga CPO dan kondisi geopolitik,” ujar Tingning.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







