Kebut Ekosistem Kendaraan Listrik, Pemerintah Replikasi Proyek ENTREV di 6 Provinsi

AKURAT.CO Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong ekosistem kendaraan listrik melalui penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Langkah ini tidak hanya bagian dari upaya pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi, khususnya pengurangan impor serta subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Hingga Mei 2026, SPKLU roda empat di Indonesia telah mencapai sekitar 4.892 unit. Target pertumbuhan SPKLU roda empat pada tahun 2030 sebesar 62.918 unit," kata Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Ferry Triansyah dikutip dari laman ESDM, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: Tidak Tepat Sasaran, Pemprov Jakarta Diminta Evaluasi Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik
Langkah konkret terkait percepatan kendaraan listrik terus dilakukan melalui kolaborasi pengembangan infrastruktur pengisian listrik untuk KBLBB di 3 provinsi pilot project, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.
Selain pilot percontohan, proyek Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV) telah melakukan replikasi di 6 kota pada 6 provinsi, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, dan Serang (Banten).
Menurut Ferry, proyek ENTREV telah melaksanakan sosialisasi KBLBB di enam kota tersebut dan saat ini tengah menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi siswa SMK.
Head of Environment Unit United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Aretha Aprilia, menyampaikan bahwa dinamika geopolitik dan gangguan rantai pasok energi global menjadi pengingat bahwa transisi menuju kendaraan listrik bukan hanya untuk perlindungan lingkungan, namun juga langkah strategis mewujudkan kemandirian energi nasional.
“Proyek ENTREV sudah memainkan peran yang sangat penting sebagai enabler dan juga katalisator, dan izinkan kami untuk menyampaikan bahwa pada kuartal pertama di 2025, proyek ini telah menjalani Mid-Term Review (MTR) dimana MTR menegaskan bahwa project ENTREV masih tetap sangat relevan dengan tujuan transisi kendaraan listrik nasional Indonesia,” tegas Aretha.
Seperti diketahui, ENTREV merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan UNDP untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik.
Program ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik dan pembangunan SPKLU di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









