Sinyal Perang Dagang Mulai Mereda, China Siap Beli Produk Pertanian AS?
AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) memperkirakan China akan meningkatkan pembelian produk pertanian asal Negeri Paman Sam senilai puluhan miliar dollar AS dalam tiga tahun ke depan.
Langkah ini dinilai menjadi sinyal terbaru meredanya ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.
Dikutip dari laman bloomberg, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer mengatakan komitmen tersebut diperkirakan menjadi salah satu hasil utama pertemuan Presiden AS, Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping di Beijing.
Baca Juga: Donald Trump Soroti Besarnya Pasar Pembayaran China untuk Visa
“Kami berharap akan ada kesepakatan pembelian produk pertanian senilai puluhan miliar dolar per tahun selama tiga tahun ke depan,” kata Greer kepada Bloomberg Television, Jumat (15/5/2026).
Komoditas yang dibeli disebut tidak hanya terbatas pada kedelai, tetapi juga berbagai produk pertanian lain dari AS.
Pertemuan Trump dan Xi berlangsung di tengah upaya kedua negara memperpanjang gencatan senjata dagang yang sebelumnya disepakati pada Oktober 2025.
Kesepakatan tersebut sempat menurunkan tarif impor dan melonggarkan pembatasan ekspor setelah perang dagang memicu gejolak pasar global.
Diketahui, konflik dagang AS-China sepanjang 2025 menyebabkan kedua negara saling menaikkan tarif perdagangan, yang berdampak pada rantai pasok global dan pasar keuangan internasional.
Dalam pertemuan terbaru ini, pemerintah AS juga mengusulkan pembentukan Dewan Perdagangan bilateral. Mekanisme tersebut dirancang untuk mengurangi hambatan perdagangan pada sektor non-kritis yang tidak berkaitan dengan keamanan nasional.
Baca Juga: Trump Minta China Buka Akses Visa ke Pasar Pembayaran
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent sebelumnya mengatakan kedua negara dapat memangkas tarif perdagangan sekitar USD30 miliar untuk sektor tertentu.
Meski demikian, pasar masih menunggu implementasi konkret dari berbagai komitmen tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, China tercatat tidak selalu memenuhi target pembelian produk AS yang sebelumnya pernah dijanjikan.
Kendati begitu, sinyal pembelian produk pertanian dalam jumlah besar dinilai penting bagi sektor agrikultur AS, terutama di tengah perlambatan perdagangan global dan tekanan geopolitik yang masih berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









