Akurat Logo

Shopee dan Kemenekraf Perluas Pelatihan Digital Lewat Program Gen Matic 2026 di Bekasi

Esha Tri Wahyuni | 28 Mei 2026, 18:32 WIB
Shopee dan Kemenekraf Perluas Pelatihan Digital Lewat Program Gen Matic 2026 di Bekasi
Program Gen Matic 2026 digelar di Bekasi

AKURAT.CO Shopee Indonesia bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI menggelar pelatihan digital ‘Gen Matic 2026’ di Bekasi Creative Center, Jawa Barat.

Program ini membekali puluhan anak muda dengan keterampilan bisnis digital di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan terus meningkat pada 2026.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi digital sekaligus membuka peluang usaha baru melalui ekosistem digital seperti e-commerce, affiliate marketing, hingga bisnis ritel berbasis aplikasi.

Baca Juga: ShopeePay Luncurkan “Pasti Gratis”, Kirim Uang Bebas Biaya

Direktur Konten Digital Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Yuana Rochma Astuti mengatakan, penguatan literasi digital menjadi faktor penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna internet, tetapi juga mampu memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

Produktivitas ekonomi digital harus diiringi dengan peningkatan kapasitas literasi digital agar masyarakat dapat mengoptimalkan potensi pendapatan yang terbuka di ekosistem digital.

"Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah dan platform digital seperti yang telah terjalin antara Kemenekraf dan Shopee menjadi langkah penting untuk memperluas literasi digital sekaligus menciptakan lebih banyak wirausaha muda di Indonesia," kata Yuana dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi praktis mulai dari membuka toko di Shopee, menjadi merchant ShopeeFood, memanfaatkan program Shopee Affiliate, hingga peluang usaha ritel melalui Mitra Shopee.

Langkah ini dinilai relevan di tengah pertumbuhan ekonomi digital nasional yang terus meningkat.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan telah mencapai lebih dari USD110 miliar dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Sektor e-commerce masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi digital domestik.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang mengatakan, perkembangan ekonomi digital membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan maupun membangun usaha mandiri.

“Keterampilan dan literasi digital adalah kunci untuk membuka peluang ekonomi digital yang terbuka luas. Pelatihan Gen Matic ini diharapkan dapat membantu membekali para peserta dengan pengetahuan praktis untuk memulai bisnis di ekosistem Shopee,” ujar Balques.

Dirinya menjelaskan peserta dapat memilih berbagai jalur usaha digital sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

“Teman-teman yang punya bisnis dapat bergabung sebagai Penjual Shopee atau merchant ShopeeFood, atau kalau punya minat dan kemampuan dalam membuat konten kreatif bisa daftar menjadi Shopee Affiliate. Kalau ingin buka bisnis ritel di rumah, ada program Mitra Shopee yang menyediakan infrastrukturnya secara online,” lanjutnya.

Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dari pelaku usaha yang telah mengembangkan bisnis melalui platform digital.

Salah satunya Pemilik Brand Fesyen Zenitha, Ryansya Fikri, yang membagikan strategi meningkatkan penjualan dan loyalitas konsumen melalui fitur-fitur promosi di Shopee.

“Berjualan di e-commerce seperti Shopee ini masih jadi pilihan terbaik untuk kita pengusaha UMKM. Karena kesempatan untuk berkembang di e-commerce itu masih cukup besar. Di Shopee kita bisa manfaatkan fitur seperti Iklan Shopee, Gratis Ongkir Xtra, hingga Promo Xtra untuk menarik konsumen,” jelas Fikri.

Dirinya menambahkan pelaku UMKM dituntut terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen digital yang semakin kompetitif.

“Kalau mau sukses jualan di Shopee syaratnya harus mau terus belajar. Saya sendiri masih ikut kelas Kampus UMKM Shopee Kelas Online karena materinya sesuai kebutuhan pelaku usaha,” imbuhnya.

Program pelatihan ini juga memperlihatkan pergeseran tren ekonomi digital yang kini tidak hanya menyasar pelaku UMKM konvensional, tetapi juga generasi muda kreatif yang tertarik menjadi content creator maupun affiliate marketer.

Salah satu peserta, Rahma Amalia, mengaku semakin termotivasi mengembangkan aktivitasnya sebagai Shopee Affiliate setelah mengikuti pelatihan tersebut.

“Kebetulan saya sudah gabung jadi Shopee Affiliate tapi masih sangat pemula. Setelah dengar penjelasan dari pemateri hari ini saya jadi lebih paham dan semangat buat bikin konten khususnya tentang masak yang memang hobi saya,” ujar Rahma.

Peserta lain, Annisa Fitriah, tertarik memanfaatkan peluang usaha ritel digital melalui program Mitra Shopee.

“Tadi dapat materi soal Mitra Shopee yang menurut saya cocok supaya bisa lebih produktif di era digital. Prosesnya ternyata mudah dan bisa dijalankan dari rumah bersama keluarga,” kata Annisa.

Program Gen Matic dan Emak-Emak Matic sendiri telah berjalan sejak 2025 melalui kolaborasi Shopee dan Kemenekraf.

Sebelumnya, pelatihan serupa juga digelar di kawasan Kota Nusantara, Kalimantan Timur, pada April 2026 sebagai bagian dari penguatan kapasitas digital masyarakat di wilayah pertumbuhan ekonomi baru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.