PHR Catat Produksi 903 BOPD dari Sumur Pengembangan di Bengkalis

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menuntaskan pemboran sumur pengembangan Pungut PT-069, di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.
Dari sumur tersebut, PHR berhasil memproduksi 903 barrel oil per day (BOPD) melalui pengeboran miring (directional drilling) hingga mencapai kedalaman akhir 3.446 ftMD atau sekitar 3.359 TVD.
Target pengeboran tersebut adalah Lapisan Pasir Bekasap, sebuah reservoir kaya hidrokarbon yang menjadi tumpuan harapan. Proyek pengeboran ini diselesaikan hanya dalam waktu 12 hari.
Baca Juga: Bagaimana Cara Memahami Phrasal Verb dalam Percakapan Bahasa Inggris
Lebih dari itu, efisiensi tim di lapangan berhasil menghemat anggaran dan hanya menghabiskan 51,37% dari total bujet yang dialokasikan. Sebuah pembuktian bahwa kerja keras dan kecerdasan teknis bisa berjalan beriringan dengan penghematan biaya.
Puncaknya terjadi pada 29 Mei 2026, pompa listrik Electrical Submersible Pump (ESP) mulai dinyalakan untuk uji produksi, cairan hitam cruide oil mulai mengalir.
Hasilnya, sumur tersebut menghasilkan 903 BOPD minyak mentah murni tanpa kandungan air (no persen water cut). Cruide oil tersebut langsung dialirkan ke fasilitas produksi untuk memperkuat pasokan minyak mentah nasional.
General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas keberhasilan tim di lapangan.
"Alhamdulillah, PT PHR telah melakukan pemboran Sumur Pengembangan Pungut PT-069. Pada tanggal 29 Mei lalu, telah dilakukan test produksi dengan laju alir minyak menggunakan pompa listrik ESP sebesar 903 BOPD tanpa kandungan air, dan langsung kita produksikan," kata Andre, Sabtu (6/6/2026).
Andre menjelaskan bahwa produksi sumur ini berasal dari lapisan Pasir Bekasap di Lapangan Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Pemboran dilakukan secara miring atau directional menggunakan Rig ACS-23 hingga kedalaman akhir 3.446 ftMD/3.359 TVD dengan total waktu pengerjaan 12 hari, dan berhasil menghemat biaya hingga hanya menghabiskan 51,37% dari bujet.
"Mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat agar sumur ini dapat terus berproduksi secara optimal dalam jangka waktu yang cukup lama demi mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya.
Baca Juga: PHR Ungkap Potensi 11,3 Miliar Barel MNK di North Aman
Di tengah tantangan penurunan produksi alami (natural decline) lapangan-lapangan migas tua di Indonesia, setiap barel minyak baru yang berhasil diproduksikan adalah keberhasilan besar bagi ketahanan energi nasional.
Pencapaian ini menegaskan posisi Blok Rokan sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak bumi Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








