Akurat
Pemprov Sumsel

Pertamina Pamer Temuan MNK 724 Juta Barel di Blok Rokan, Jadi yang Terbesar dalam Dekade Terakhir

Dedi Hidayat | 19 November 2025, 16:51 WIB
Pertamina Pamer Temuan MNK 724 Juta Barel di Blok Rokan, Jadi yang Terbesar dalam Dekade Terakhir

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) menjabarkan capaian yang  berhasil dicapai dalam periode tahun 2025. Capaian tersebut mulai dari peningkatan produksi hingga penguatan infrastruktur gas.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Oki Muraza mengatakan salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah adalah ditemukannya potensi migas non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan yang mencapai 724 juta barel, menjadikannya sebagai the largest discovery dalam 10 tahun atau dekade terakhir.

"Ini merupakan salah satu penemuan konvensional maupun non-konvensional terbesar di Pertamina Group," kata Oki dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (19/11/2025).

Wilayah Kerja (WK) migas strategis di Riau yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan menjadi tulang punggung produksi minyak nasional, menyumbang sekitar 25-27% produksi minyak Indonesia.

Baca Juga: Rencana Mergen 3 Anak Usaha Pertamina Masuk Pembahasan Akhir

Di sektor energi hijau, Pertamina mulai memproduksi sustainable aviation fuel (SAF) dengan kapasitas awal 9.000 barel per hari. Pertamina juga tengah mengonversi tiga kilang untuk memungkinkan coprocessing dengan bahan baku minyak jelantah (used cooking oil), guna mendukung penyediaan bahan bakar aviasi rendah emisi.

"Kemudian yang ketiga untuk infrastruktur gas kami juga berhasil melakukan revitalisasi di tangki Arun yang harapannya akan selesai di bulan Desember tahun 2025 ini," tambah Oki

Selain itu, empat tangki BBM baru masing-masing berkapasitas 29.000 meter kubik disiapkan untuk memperkuat kemampuan inventori Kilang Balongan dalam melayani kebutuhan energi di wilayah Jawa Barat.

Di hilir, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan juga menunjukkan progres signifikan. Proyek strategis ini akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang menjadi 360 ribu barel per hari, sehingga dapat memperbesar produksi BBM nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

"Kemudian untuk jaringan gas yang nantinya akan mengurangi impor LPG. Saat ini jumlah pelanggan sudah mencapai 824 ribu lebih dan kami terus akan memperkuat infrastruktur pipa gas LNG CNG kompres natural gas dan juga LPG yang akan tumbuh terus lebih dari 33 ribu kilometer jaringan," tutur Oki.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.