Akurat Logo

Limbah Elektronik Bisa Jadi Sumber Ekonomi Sirkular

Andi Syafriadi | 11 Juni 2026, 17:01 WIB
Limbah Elektronik Bisa Jadi Sumber Ekonomi Sirkular
ilustrasi limbah elektronik (Source: UniversalEco)

AKURAT.CO Limbah elektronik selama ini identik dengan persoalan lingkungan. Namun di balik risiko yang ditimbulkannya, e-waste juga menyimpan potensi ekonomi yang besar melalui pemanfaatan kembali material berharga yang terkandung di dalamnya.

Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Melda Mardalina, mengatakan limbah elektronik mengandung berbagai logam bernilai tinggi yang dapat didaur ulang.

Material tersebut antara lain tembaga, perak, emas, paladium hingga platinum yang banyak digunakan dalam komponen perangkat elektronik.

Baca Juga: 9 Bulan Terakhir, Limbah Elektronik Jakarta Capai 22.683 Kg

"Limbah elektronik sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi apabila dikelola secara bertanggung jawab," ujar Melda saat menjadi pembicara dalam acara Gerakan #SayangBumi Acer Indonesia dengan mengumpulkan 5 ton E-waste di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa limbah elektronik juga termasuk kategori sampah yang memerlukan penanganan khusus karena dapat mengandung bahan berbahaya.

Menurutnya, beberapa komponen elektronik memiliki sifat mudah terbakar, berpotensi mencemari lingkungan, bahkan dapat membahayakan kesehatan manusia jika dibuang sembarangan.

Karena itu, pengumpulan dan pengolahan e-waste yang tepat menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi sirkular sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Kesadaran tersebut juga menjadi dasar pelaksanaan program #SayangBumi yang digelar Acer Indonesia pada 2026.

Selain memberikan edukasi kepada ribuan siswa, program tersebut menargetkan pengumpulan 5 ton limbah elektronik selama periode pelaksanaan. Target tersebut meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste.

Baca Juga: Siswanto Sulap Limbah Elektronik Jadi Barang Layak Guna

Sebagai bagian dari program, Acer juga membentuk 150 siswa Changemaker yang berasal dari 50 SMA di Jabodetabek.

Mereka akan berperan sebagai agen perubahan yang mengajak lingkungan sekolah lebih peduli terhadap pengelolaan limbah elektronik.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya daur ulang sekaligus memperkenalkan nilai ekonomi yang terkandung dalam limbah elektronik kepada generasi muda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.