Akurat Logo

77.532 Unit Rumah Subsidi Tersalurkan per Juni 2026, 36 Persen Dibeli Gen Z

Esha Tri Wahyuni | 14 Juni 2026, 14:26 WIB
77.532 Unit Rumah Subsidi Tersalurkan per Juni 2026, 36 Persen Dibeli Gen Z
Ilustrasi rumah subsidi

AKURAT.CO Di tengah tantangan daya beli masyarakat dan tingginya harga properti, generasi muda justru muncul sebagai pendorong utama penyaluran rumah subsidi nasional.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat kelompok usia 19-25 tahun menjadi penerima manfaat terbesar program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2026.

Hingga 11 Juni 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 77.532 unit rumah atau 22,15% dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit rumah subsidi.

Baca Juga: SMF Pastikan Pendanaan FLPP Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian

Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.060 unit atau 36,19% diserap oleh kelompok usia 19-25 tahun, menjadikan generasi muda sebagai segmen terbesar penerima program.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, tren penyaluran FLPP terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap pembiayaan rumah pertama.

"Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi," kata Heru dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Penyaluran FLPP telah menjangkau 8.859 kawasan perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi.

Dari sisi perbankan, Bank BTN masih mendominasi penyaluran FLPP dengan realisasi 37.657 unit rumah atau 48,56% dari total nasional.

Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Nasional sebanyak 19.088 unit atau 24,61%, disusul Bank BRI 6.275 unit (8,09%), Bank BNI 5.608 unit (7,23%), serta Bank Mandiri 2.755 unit (3,55%).

Sementara dari sisi pengembang, Real Estat Indonesia (REI) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi 32.026 unit rumah atau 41,3% dari total penyaluran. Disusul Apersi sebanyak 23.048 unit (29,72%) dan Himperra sebesar 10.426 unit (13,44%).

Data BP Tapera menunjukkan munculnya pergeseran menarik dalam pasar perumahan nasional. Selama beberapa tahun terakhir, kepemilikan rumah pertama umumnya didominasi kelompok usia produktif yang telah mapan secara finansial. Namun pada 2026, justru kelompok usia 19-25 tahun menjadi penerima FLPP terbesar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa skema subsidi pemerintah mulai membuka akses kepemilikan rumah bagi generasi muda yang sebelumnya terkendala tingginya harga properti dan keterbatasan uang muka.

Selain faktor usia, penerima FLPP juga didominasi pekerja sektor swasta sebanyak 52.592 orang atau 67,83% dari total penerima manfaat. Disusul wiraswasta sebanyak 12.699 orang (16,38%), PNS 6.343 orang (8,18%), kategori lainnya 4.723 orang (6,09%), serta TNI/Polri 1.175 orang (1,52%).

Pencapaian FLPP menjadi indikator penting bagi sektor perumahan nasional yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Industri properti tercatat memiliki keterkaitan dengan lebih dari 170 subsektor industri, mulai dari bahan bangunan, konstruksi, furnitur hingga jasa keuangan.

Tingginya partisipasi generasi muda juga menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pasar properti domestik di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan daya beli masyarakat.

Dengan realisasi yang telah menembus lebih dari 77 ribu unit dalam lima bulan pertama tahun ini, pemerintah masih perlu mengejar sekitar 272.468 unit rumah subsidi lagi untuk mencapai target 350.000 unit pada akhir 2026.

BP Tapera optimistis penyaluran FLPP akan terus meningkat pada semester II-2026. Koordinasi dengan perbankan dan asosiasi pengembang terus dilakukan untuk memastikan pasokan rumah subsidi dan pembiayaan tetap berjalan sesuai target.

"BP Tapera secara rutin melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur maupun asosiasi pengembang guna memastikan penyaluran berjalan sesuai target," ujar Heru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.