Akurat
Pemprov Sumsel

250 Rumah Gratis dari Aguan Siap Diresmikan, Simbol Kolaborasi Nyata untuk Rakyat

Citra Puspitaningrum | 20 Oktober 2025, 09:34 WIB
250 Rumah Gratis dari Aguan Siap Diresmikan, Simbol Kolaborasi Nyata untuk Rakyat

AKURAT.CO Sebuah kabar menggembirakan datang dari sektor perumahan. Sebanyak 250 rumah gratis hasil inisiatif pengusaha nasional Sugianto Kusuma alias Aguan siap diresmikan akhir Oktober 2025. Proyek ini sepenuhnya dibiayai swasta, tanpa memakai dana APBN sepeser pun.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut langkah ini sebagai contoh nyata kolaborasi antara pengusaha dan pemerintah dalam menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Pertama kali ya, di zaman sekarang ini, kita akan menyerahkan 250 rumah kepada rakyat gratis. Tanahnya punya perusahaan saya, yang bangun Pak Aguan,” kata Ara, Senin (20/10/2025).

Meski bersumber dari swasta, pemerintah memastikan mekanisme distribusinya transparan dan akuntabel.

Ara menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menentukan kriteria penerima rumah, agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Walaupun itu kita yang fasilitasi, tapi kita menghormati negara ini tentu sudah membagi kewenangan dan tugas masing-masing. Jadi kita undang BPS-nya untuk bagaimana menentukan kriteria,” jelasnya.

Baca Juga: Kebijakan Penutupan Wisata Puncak Bogor Dinilai Rugikan Masyarakat

Nantinya, prosesi penyerahan rumah akan melibatkan Bupati Tangerang, karena lokasi proyek berada di wilayah tersebut.

Pemerintah menilai model kolaborasi seperti ini bisa jadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat penyediaan rumah layak.

Selain memberi manfaat langsung bagi penerima, sektor perumahan disebut Ara punya efek ganda terhadap ekonomi.

Setiap satu unit rumah subsidi, kata dia, menciptakan setidaknya lima lapangan kerja, mulai dari tukang, kenek, hingga penyedia bahan bangunan.

“Satu rumah subsidi menciptakan minimal 5 pekerjaan (tukang, kenek),” terang Ara.

Dengan target pembangunan 350.000 rumah subsidi tahun ini, potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 1,65 juta orang hanya dari konstruksi.

Belum termasuk efek lanjutan pada industri semen, kayu, cat, dan warung-warung kecil di sekitar proyek.

“Pembangunan rumah juga memicu industri dan UMKM macam warung-warung ibu-ibu di sekitar lokasi proyek,” tambahnya.

Meski pembangunan terus digenjot, masih ada hambatan klasik: ribuan warga kesulitan mengakses KPR subsidi karena tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK akibat tunggakan kecil di bawah Rp1 juta.

“Ya kalau perlu saya usulkan buat rakyat. Bagaimana misalnya ada pemutihan buat rakyat kecil yang terkendala di OJK sampai nilai berapa,” ujarnya.

Ara menilai perlu ada kebijakan pemutihan bagi rakyat kecil agar mereka tak terjebak “lingkaran setan” kredit macet yang menghalangi akses rumah bersubsidi.

Baca Juga: KPI Nilai Tayangan Trans7 Soal Kiai dan Pesantren Cederai Nilai Luhur Penyiaran

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha, ditambah dukungan bunga tetap 5 persen serta kuota KPR FLPP 350.000 unit, sektor perumahan diprediksi jadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Dan di antara angka-angka itu, ada 250 rumah gratis yang akan jadi simbol nyata bahwa kebaikan dan gotong royong masih hidup di tengah negeri ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.