RI Incar Transfer Teknologi dari Jerman lewat IEU-CEPA Tahun Ini

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama ekonomi dengan fokus pada percepatan transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dengan Delegasi Bisnis Jerman yang dipimpin Minister of State pada Federal Foreign Office Jerman Florian Hahn di Jakarta.
Dalam pertemuan yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia itu, kedua negara menegaskan dukungan terhadap percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan dapat diratifikasi tahun ini.
Baca Juga: Pemerintah Kebut Ratifikasi IEU-CEPA, DItarget Efektif 1 Januari 2027
"Salah satu hal penting pada tahun ini adalah ratifikasi IEU-CEPA," kata Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Kesepakatan perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa tersebut diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Berdasarkan hasil perundingan yang telah disampaikan pemerintah sebelumnya, IEU-CEPA berpotensi menghapus tarif terhadap lebih dari 98 persen produk perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa.
Minister of State pada Federal Foreign Office Jerman, Florian Hahn, menilai Indonesia merupakan mitra strategis yang memiliki prospek besar bagi dunia usaha Jerman. Menurutnya, peluang kerja sama terbuka luas di sektor energi terbarukan, kesehatan, hingga industri manufaktur berteknologi tinggi.
"Indonesia adalah mitra yang luar biasa. Kami siap berbagi keahlian, inovasi, dan teknologi untuk mewujudkan investasi nyata, termasuk kolaborasi dengan Danantara di masa depan," ujar Hahn.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan Jerman masih menjadi salah satu mitra dagang dan investor terbesar Indonesia dari kawasan Eropa.
Karena itu, percepatan IEU-CEPA dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi masuknya investasi berkualitas yang membawa transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri domestik.
Selain perdagangan dan investasi, isu pengembangan SDM menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Delegasi bisnis Jerman menyampaikan minat untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan vokasi, pelatihan tenaga kerja, dan pertukaran keahlian.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, pengalaman Jerman dalam membangun tenaga kerja terampil dapat mendukung agenda industrialisasi Indonesia yang saat ini membutuhkan peningkatan kualitas SDM untuk menghadapi transformasi industri.
Kerja sama vokasi dinilai semakin relevan mengingat Indonesia tengah memasuki fase pembangunan industri bernilai tambah yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis tinggi.
Model pendidikan vokasi Jerman selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling maju di dunia melalui sistem dual training yang mengintegrasikan pendidikan dan kebutuhan industri.
Di sisi lain, kerja sama ekonomi Indonesia-Jerman juga diarahkan untuk mendukung pengembangan industri hijau. Kedua negara melihat peluang besar pada sektor energi bersih, manufaktur berkelanjutan, serta pengurangan emisi karbon yang kini menjadi agenda utama ekonomi global.
Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Jerman akan memperkuat koordinasi melalui Joint Economic and Investment Committee (JEIC) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Jakarta. Forum tersebut akan digunakan untuk mematangkan berbagai agenda implementasi kerja sama ekonomi kedua negara.
Penguatan hubungan ekonomi dengan Jerman dinilai penting bagi Indonesia karena berlangsung di tengah perlambatan ekonomi global, meningkatnya fragmentasi perdagangan dunia, serta persaingan investasi antarnegara yang semakin ketat.
Dengan mendorong ratifikasi IEU-CEPA dan memperluas kolaborasi teknologi serta pengembangan SDM, pemerintah berharap kerja sama Indonesia-Jerman tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga mempercepat transformasi industri nasional menuju ekonomi yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









