Akurat Logo

Canggih, Kementan Siapkan Drone Pengangkut Gabah 100 Kg

Esha Tri Wahyuni | 9 Juli 2026, 18:18 WIB
Canggih, Kementan Siapkan Drone Pengangkut Gabah 100 Kg
Drone pengangkut gabah 100 kg Kementan

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pemanfaatan drone sebagai sarana mengangkut gabah dari lahan pertanian yang belum memiliki jalan usaha tani. 

Teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat distribusi hasil panen sekaligus mengurangi hambatan logistik yang selama ini dihadapi petani di wilayah terpencil.

Rencana itu menjadi bagian dari pengembangan sistem pertanian modern yang tengah didorong Kementerian Pertanian melalui penerapan berbagai teknologi berbasis otomatisasi di sektor budidaya hingga pascapanen.

Baca Juga: Mitigas El Nino 2026, Kementan Kebut Program Pompanisasi

Menurut Amran, drone berkapasitas besar nantinya tidak hanya digunakan untuk proses tanam, tetapi juga mampu mengangkut gabah hingga sekitar 100 kilogram dari area persawahan menuju titik pengumpulan hasil panen.

"Nanti ke depan yang tidak ada jalan usaha tani ngangkutnya karena bisa 100 kilogram ngangkutnya gabah pakai drone. Bener nggak? Cantik kan? Setelah pakai tanam pakai drone tapi itu tahap berikutnya," kata Amran usai Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut akan menjadi solusi bagi petani yang selama ini kesulitan membawa hasil panen karena akses menuju lahan pertanian belum didukung infrastruktur jalan yang memadai. 

Dengan penggunaan drone, proses pengangkutan diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, sekaligus menekan beban tenaga kerja.

Amran menjelaskan, penggunaan drone sebagai alat angkut merupakan tahapan lanjutan setelah teknologi serupa mulai dimanfaatkan dalam proses penanaman di sejumlah kawasan pertanian.

Dirinya menegaskan modernisasi pertanian tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga mempercepat seluruh proses budidaya hingga distribusi hasil panen agar sektor pertanian nasional semakin kompetitif.

Amran juga menyinggung aksi seorang petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang viral karena memanfaatkan drone pertanian berukuran besar sebagai alat transportasi menuju sawah. 

Menurutnya, kreativitas tersebut menarik, namun aspek keselamatan tetap harus menjadi perhatian utama.

"Ini menarik sekali kemarin saya baca (petani) pakai drone. Itu yang penting tidak jatuh, tidak membahayakan. Tapi kalau drone-nya setinggi dua jengkal dari atas tanah itu menarik juga dipakai pulang," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan penggunaan drone untuk mengangkut manusia bukan menjadi tujuan utama pengembangan teknologi tersebut. Fokus pemerintah saat ini adalah memanfaatkan drone sebagai alat pendukung kegiatan pertanian, mulai dari penanaman hingga distribusi hasil panen.

Amran mengatakan Kementerian Pertanian bersama para peneliti terus mengembangkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan langsung di lapangan. 

Langkah itu dilakukan untuk mempercepat transformasi menuju pertanian modern yang lebih efisien, produktif, dan mampu menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur di berbagai daerah.

"Jadi nanti itu, angkat gabah yang tidak ada jalan usaha tani pakai drone. Tanam pakai drone," kata Amran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.