Pendapatan PGEO Tumbuh 14,7 Persen Jadi USD235 Juta di Kuartal II-2026

AKURAT.CO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) membukukan pendapatan sebesar USD235,027 juta pada kuartal II-2026, tumbuh 14,7% secara year-on-year (YoY) dibandingkan USD204,850 juta pada kuartal II-2025.
Tidak hanya pendapatan, aba bersih Perseroan yang naik 15,48% secara tahunan menjadi USD79,607 juta, ditopang oleh pertumbuhan produksi dan keandalan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) serta keuntungan selisih kurs yang positif.
Lebih lanjut, hingga semester I-2026, total produksi PGE mencapai 2.745 GWh, meningkat 13,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh.
Baca Juga: Perkuat Pembiayaan Hijau, Bank Mizuho Indonesia Berikan Fasilitas Noncash Loan USD75 Juta ke PGEO
Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, capaian ini menjadi cerminan konsistensi Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan yang kami catatkan di kuartal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional,” kata Fransetya, Jumat (31/7/2026).
Dari segi permodalan, ekuitas Perseroan tercatat sebesar USD2,006 miliar pada kuartal II-2026, mencerminkan fondasi keuangan yang sehat dengan kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban sekaligus menghasilkan laba.
Di sisi lain, liabilitas Perseroan justru turun 2,80% dibandingkan 31 Desember 2025 menjadi USD961,184 juta, penurunan yang berdampak positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan risiko keuangan Perseroan.
Di sisi lain, perkembangan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) turut menunjukkan arah yang semakin positif.
Hal ini tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025 hingga 2034, yang menargetkan porsi EBT mencapai 76%, dengan panas bumi ditargetkan menyumbang kapasitas sebesar 5,2 gigawatt (GW) selama periode tersebut.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, PGE menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033. Saat ini, Perseroan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), serta berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di berbagai daerah.
Baca Juga: PGEO Mulai Garap PLTP Lumut Balai Unit 3 Berkapasitas 55 MW
Dengan mengelola sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









