Freeport Targetkan Tambang Kucing Liar Mulai Berproduksi 2029

AKURAT.CO PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan mineral Grasberg, Papua Tengah, dan menargetkan kegiatan penambangan dimulai sekitar 2029.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas mengatakan, saat ini proyek Kucing Liar masih berada dalam tahap pengembangan tambang bawah tanah. Pengembangan tersebut mencakup pembangunan akses dan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan sebelum kegiatan penambangan dimulai.
“Sekarang kita kan mulai menambang Kucing Liar nanti kira-kira tahun 2029. Sekarang development,” kata Tony saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Komisi XII Buka Opsi Relaksasi IUPK Freeport, Ini Pertimbangannya
Tony menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung saat ini bukan sekadar tahap persiapan, melainkan sudah masuk dalam proses pengembangan tambang bawah tanah.
Menurut Tony, pengembangan tambang Kucing Liar membutuhkan pembangunan akses menuju area tambang serta fasilitas pendukung lainnya. “Dikembangkan kan harus dibuka aksesnya dan lain sebagainya, itu bagian dari pengembangan,” jelasnya.
Tony kembali memastikan kegiatan penambangan Kucing Liar ditargetkan mulai pada 2029. “Mulai ditambang (pada 2029),” tutur Toni.
Diberitakan sebelumnya, Freeport-McMoRan Inc. (FCX) telah menggelontorkan investasi sekitar USD1,4 miliar atau sekitar Rp25 triliun untuk mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan mineral Grasberg, Papua Tengah.
Perseroan juga menyiapkan tambahan investasi sekitar USD4 miliar hingga 2033 guna mendukung pengembangan proyek yang diproyeksikan menjadi sumber produksi baru tembaga dan emas.
“Per tanggal 30 Juni 2026, PTFI telah mengeluarkan biaya sekitar USD1,4 miliar untuk pengembangan Kucing Liar, dan investasi modal diperkirakan akan mencapai tambahan sekitar USD4 miliar hingga tahun 2033,” tulis manajemen FCX dalam laporan keuangan semester I-2026, dikutip Kamis (6/8/2026).
Diketahui pengembangan tambang Kucing Liar telah berlangsung sejak 2022 sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjaga keberlanjutan produksi di kawasan Grasberg.
FCX menargetkan peningkatan produksi (ramp-up) tambang Kucing Liar dimulai sekitar 2030 hingga mencapai kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.
Pada kapasitas penuh, tambang tersebut diperkirakan mampu menghasilkan rata-rata sekitar 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas per tahun.
Produksi tersebut diharapkan menjadi penopang keberlanjutan operasi pertambangan berskala besar di kawasan Grasberg setelah penurunan produksi dari tambang-tambang yang saat ini beroperasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







