Prabowo Targetkan 30 GW PLTS Dibangun Tahun Ini

AKURAT.CO Presiden Republik Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW) pada 2026
Pembangunan PLTS 30 GW pada tahun 2026 ini merupakan bagian program PLTS 100 GW yang dicanangkan oleh Pemerintah.
“Selanjutnya kita telah memulai dan akan membangun 100 ribu megawatt, atau 100 givawatt energi dari matahari, dari energi surya,” kata Prabowo dalam Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Modal Aisng Rp1,57 Triliun Kabur dari Pasar Saham RI dalam Sepekan
Prabowo mengatakan, pemerintah akan mempercepat pembangunan PLTS sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), terutama di wilayah terpencil.
Sebagai tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GW PLTS pada tahun ini. Pada saat yang sama, sebanyak 13 GW kapasitas PLTD akan dihentikan dan digantikan dengan pembangkit berbasis energi surya.
“Tahun ini kita akan membangun 30 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya dan segera menghentikan 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel,” ujarnya.
Menurut Prabowo, penggunaan PLTS di daerah terpencil tidak hanya menekan biaya distribusi energi, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian energi daerah.
Pemerintah juga mendorong pembangunan PLTS skala desa. Prabowo menyebut kapasitas ideal yang dapat dikembangkan mencapai sekitar 1 MW untuk setiap desa, terutama bagi desa yang memiliki lahan untuk pembangunan pembangkit.
“Idealnya setiap desa bisa memiliki plts 1 megawatt, ini ideal. Kalau desa itu mau siapkan lahan kita bisa yakinkan bahwa mereka bisa dapatkan plts 1 megawatt 1 desa,” tutur Prabowo.
Dengan skema tersebut, pembangunan energi surya diharapkan tidak hanya terpusat pada proyek pembangkit berskala besar, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi di tingkat daerah.
Baca Juga: ICP Juli 2026 Turun Jadi USD81,68 per Barel, Kementerian ESDM Ungkap Penyebabnya
Prabowo mengatakan pembangunan PLTS hingga mencapai 100 GW juga berpotensi memberikan penghematan besar terhadap biaya penyediaan listrik nasional.
Berdasarkan perhitungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kapasitas PLTS 100 GW diperkirakan dapat menghemat sedikitnya Rp73,9 triliun per tahun melalui penurunan biaya pokok penyediaan listrik.
“Belum lagi kalau kita tidak impor bbm dari luar negeri lagi. Dengan 100 gigawatt kebutuhan impor kita akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak devisa,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






