PLTD Bakal Dipensiunkan, Bahlil Soroti Kebocoran Subsidi dan Efisiensi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan adanya rencana pemerintah untuk mempensiunkan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Indonesia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa rencana pensiun PLTD ini guna memperkecil kebocoran subsidi energi di Tanah Air.
Ke depan seluruh pembangkit-pembangkit solar (PLTD) kita matikan semua. Kenapa? Ini sumber kebocoran," kata Bahlil dalam Big 40 Conference dikutip, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: ESDM Ungkap RI Kehilangan Rp500 T Devisa akibat Impor Minyak
Bahlil menambahkan, dari sisi ketahanan suplai, PLTD juga tidak lagi dapat diandalkan. Sebab, beberapa pembangkit hanya mampu beroperasi separuh hari, bahkan lebih singkat di wilayah terpencil.
"Apalagi PLTD-PLTD di kampung saya itu. Nyala cuma 4 jam, laporan 12 jam. Abu leke juga itu. Abu leke itu. Jadi ini kita mulai pangkas," tambahnya.
Adapun, pemerintah terus mengembangan kelistrikan dari energi hijau guna mempercepat penerapan net zero emision di Tanah Air.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan tambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) pada Semester I-2025 mencapai 876,5 megawatt (MW).
Angka ini meningkat 15% dibandingkan penambahan kapasitas EBT sepanjang tahun 2024 yang sebesar 761,9 MW.
Menteri ESDM Bahlil Lahadilia menyampaikan dengan tambahan tersebut total kapasitas terpasang EBT di Indonesia pada Semester I-2025 telah mencapai 15,2 GW atau setara dengan 14,5% total pembangkit listrik Indonesia.
Baca Juga: ESDM Ungkap 365 IUP Nikel, Hilirisasi Diklaim Dongkrak Ekspor 10 Kali Lipat
“Nah, ini kapasitas terpasang EBT 2025 itu sudah sekitar 15,2 GW,” kata Bahlil dalam konferensi pers dikutip, Selasa (12/8/2025).
Bahlil menambahkan, kapasitas pembangkit EBT yang mencapai 15,2 Gw pada 2025 ini mengalami kenaikan sekitar 0,6% dari tahun sebelumnya.
“0,6 persen dari tahun 2024, gitu kira-kira. Ini kapasitas terpasang ya,” ujar Bahlil.
Di sisi lain, ESDM juga mencatat kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional mencapai 105 GW pada Semester I-2025. Angka ini naik 4,4 GW dibandingkan akhir 2024 yang berada di posisi 100,6 GW.
Kapasitas terpasang terus mengalami tren peningkatan dalam empat tahun terakhir. Pada 2021 kapasitas tercatat 74,5 GW, naik menjadi 83,8 GW pada 2022, dan 91,2 GW pada 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








