Danantara Petakan Aset BUMN Transportasi, Bakal Restrukturisasi?

AKURAT.CO Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama internal Danantara Asset Management (DAM) pada 19 Agustus 2026 untuk membahas perumusan peta konektivitas nasional.
Pemetaan tersebut diarahkan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai aset, simpul, rute, layanan, hingga hubungan antarmoda yang dikelola BUMN.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi berbagai missing link, bottleneck, maupun potensi tumpang tindih jaringan yang dapat memengaruhi efektivitas konektivitas nasional.
Baca Juga: Benarkah KRL Tidak Bisa Rem Mendadak? Ini Penjelasan KAI dan Jarak Pengeremannya
Selanjutnya, Danantara akan melakukan pemetaan dan pengolahan data, analisis awal, konsultasi dan validasi, hingga perumusan koridor logistik serta pilot project.
Peta konektivitas ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan transportasi dan logistik secara lebih terintegrasi.
Dalam pertemuan tersebut, Dony menekankan bahwa transformasi sektor transportasi tidak cukup hanya dilihat dari sisi bisnis, tetapi juga harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan.
“Kalau transformasi ini tidak dirasakan, ya percuma saja, hanya menjadi konsep di atas kertas,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Kamis (20/8/2026).
Penekanan serupa juga diberikan pada pentingnya peningkatan pengalaman pengguna dalam layanan transportasi.
Ia menegaskan bahwa setiap tahap perjalanan harus dirancang secara menyeluruh agar memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat, mulai dari sebelum keberangkatan, selama perjalanan, hingga tiba di tujuan.
Menurut Dony, sudah tidak zamannya lagi masyarakat tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Karena itu, seluruh proses perlu terus dievaluasi. BUMN transportasi harus memastikan sejak sebelum keberangkatan, misalnya saat naik kapal, pengalaman apa yang ingin dibangun.
"Lalu selama di perjalanan, layanan seperti apa yang harus dirasakan penumpang. Dan ketika tiba di tujuan, apa yang perlu dipastikan agar pengalaman tersebut tetap positif dan berkesan," ujar Dony.
Melalui pemetaan yang terintegrasi dan penguatan kualitas layanan tersebut, konektivitas antarmoda diharapkan tidak hanya memperkuat jaringan transportasi dan logistik BUMN, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
Upaya ini sekaligus diarahkan untuk menekan biaya logistik dan mengoptimalkan sinergi antar-BUMN dalam membangun ekosistem transportasi nasional yang lebih terhubung dan efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







