PLN EPI Gandeng 200 Mitra Kembangkan Ekosistem Biomassa di RI

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengajak pelaku usaha dan mitra strategis memperkuat kolaborasi pengembangan ekosistem energi hijau berbasis biomassa melalui pemanfaatan residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga sampah menjadi sumber energi bernilai tambah.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengatakan Indonesia memiliki sumber daya bahan baku energi hayati yang melimpah dan tersebar dekat dengan berbagai titik pembangkit PLN. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun rantai pasok yang efisien sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah.
“Semua sumber biomassa itu ada di dekat titik-titik pembangkit milik PLN. Dekat sekali. Potensi ini harus kita bangun menjadi sebuah ekosistem agar memberikan nilai tambah, bukan hanya untuk sektor energi, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah,” kata Hokkop, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: BLU Energi Disiapkan, Kewenangan dengan PLN EPI Diminta Diperjelas
PLN EPI mencatat potensi ketersediaan bahan baku energi hayati di Indonesia mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun.
Sumatra memiliki potensi terbesar sekitar 42,8 juta ton, diikuti Kalimantan 18,9 juta ton dan Jawa 13,1 juta ton. Potensi tersebut antara lain berasal dari residu kelapa sawit, kayu, sekam padi, tebu, jagung hingga limbah perkotaan.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, PLN EPI memetakan sumber daya berdasarkan kedekatan dengan pembangkit dan mengembangkan standardisasi rantai pasok melalui konsep sub-hub, hub, dan main hub.
Sub-hub menjadi titik pengumpulan bahan baku, sementara hub berfungsi sebagai fasilitas produksi, penyimpanan dan pengendalian kualitas.
Main hub memiliki fungsi lebih terintegrasi mulai dari produksi, blending, penyimpanan hingga pengendalian kualitas sebelum produk didistribusikan ke pembangkit maupun pengguna lainnya.
Strategi tersebut sejalan dengan pengembangan fasilitas hub PLN EPI pada sejumlah lokasi strategis hingga 2027 untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa, termasuk melalui kerja sama dengan mitra strategis.
Menurut Hokkop, pengembangan rantai pasok biomassa sekaligus membuka ruang yang luas bagi keterlibatan pelaku usaha lokal. Saat ini, PLN EPI telah berkolaborasi dengan hampir 200 mitra pemasok, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan UMKM yang terhubung dengan masyarakat dan sumber bahan baku di berbagai daerah.
“Jadi ekonomi sirkularnya jalan. 2,5 juta ton itu rata-rata dari kolaborasi antara mitra usaha UMKM dengan teman-teman di desa,” ujar Hokkop.
Pengembangan energi hayati PLN EPI tidak hanya diarahkan untuk mendukung program co-firing pada PLTU. Perusahaan menyiapkan pengembangan portofolio bisnis melalui lima lini utama, yaitu biomassa, compressed biogas (CBG), pengelolaan sampah, bio-charcoal, serta dedieselization.
Dalam peta jalan 2026-2030, volume penggunaan biomassa ditargetkan meningkat dari 3,7 juta ton pada 2026 menjadi 10 juta ton pada 2030.
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Kemendes PDT, Bidik Biomassa Desa untuk Pasok Pembangkit
Pada periode yang sama, pengembangan CBG diarahkan mencapai 2.957 BBTU, waste management sebesar 251,4 kiloton, bio-charcoal 58,8 kiloton, serta program dedieselization sebesar 25 MW.
Dari pengembangan berbagai lini bisnis tersebut, PLN EPI memanfaatkan hingga 20 juta ton limbah per tahun, mengurangi emisi sekitar 12 juta ton CO₂e per tahun, sekaligus menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau.
PLN EPI turut menjajaki pengembangan biohidrogen melalui proses gasifikasi. Hidrogen yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk sebagai bahan baku produksi amonia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







