Eksplorasi Emas Mandek, Neraca Cadangan Nasional Terancam Sulit Bertambah

AKURAT.CO Produksi emas nasional masih menghadapi tantangan untuk tumbuh lebih tinggi, terutama karena belum banyak ditemukan sumber daya dan cadangan emas baru dalam skala besar.
Pengamat pertambangan, Rizal Kasli menilai, pemerintah perlu kembali mendorong kegiatan eksplorasi untuk memperkuat neraca sumber daya dan cadangan emas nasional.
Rizal mengatakan sejumlah perusahaan tambang saat ini masih berada dalam tahap eksplorasi dan terus mencari deposit emas baru.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 28 September 2026, Cek Daftar Lengkapnya
“Beberapa Perusahaan masih dalam tahapan eksplorasi dan terus mencari. Juga belum ditemukan cadangan yang besar seperti yang sudah ada yang dikelola oleh beberapa perusahaan tersebut di atas,” kata Rizal kepada Akurat.co, dikutip Senin (28/9/2026).
Selain persoalan cadangan, kegiatan pertambangan emas juga menghadapi tantangan sosial dan keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Aceh dan Papua.
Karena itu, Rizal mendorong pemerintah untuk menggiatkan kembali kegiatan eksplorasi dengan membuka peluang bagi perusahaan yang memiliki pengalaman untuk mencari sumber daya dan cadangan emas baru.
“Diharapkan pemerintah dapat menggiatkan kembali kegiatan eksplorasi ini untuk menambah neraca sumber daya dan cadangan emas nasional dengan membuka peluang perusahaan yang berpengalaman untuk melakukan kegiatan eksplorasi tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Rizal menyoroti persoalan tambang rakyat yang beroperasi tanpa izin. Menurutnya, aktivitas pertambangan ilegal umumnya tidak diawali dengan kegiatan eksplorasi yang memadai.
Penambangan dilakukan secara sporadis berdasarkan pengalaman dan intuisi penambang, sementara hasil kegiatan tersebut juga tidak dilaporkan kepada pemerintah. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi upaya konservasi sumber daya mineral.
Baca Juga: Freeport Proyeksi Produksi Emas Turun Jadi 21 Ton pada 2026, Kok Bisa?
“Hal ini akan mempengaruhi konservasi sumber daya mineral. Kemudian masalah teknik penambangan yang tidak mengikuti kaidah teknik penambangan yang baik (good mining practice),” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









