Geliat Bisnis Maklon Kosmetik Tanah Air

AKURAT.CO Perkembangan industri kecantikan di Indonesia mendorong pelaku usaha untuk semakin memperhatikan kesiapan produk, tidak hanya dari sisi formulasi dan kualitas, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Bagi pelaku usaha yang ingin membangun atau mengembangkan brand, tantangannya kini bukan hanya menghasilkan produk, tetapi memastikan produk tersebut dikembangkan dengan standar yang tepat dan siap memenuhi berbagai ketentuan sebelum dipasarkan.
Melihat kebutuhan tersebut, PT Medkes Global Prima (Medkes) memperkuat perannya sebagai mitra maklon yang mendukung pengembangan brand kosmetik dari sisi formulasi, produksi, hingga kesiapan regulasi.
Baca Juga: Dorong Satu Juta Pengusaha Kosmetik Baru, SIC Tawarkan Solusi Maklon Inovatif
Kapabilitas tersebut menjadi bagian dari pembahasan Medkes dalam panel talk show “Unlocking Premium Brand Success” di Cosmobeauté Indonesia 2026, ICE BSD, Tangerang, Kamis, 1 Oktober 2026.
Direktur Operasional PT Medkes Global Prima, Shella Huliselan, mengatakan kesiapan terhadap regulasi perlu menjadi bagian dari proses pengembangan produk sejak awal, bukan baru dipikirkan setelah produk selesai diproduksi.
“Ketika ingin membangun sebuah brand, pemilik brand tidak hanya perlu memikirkan produknya mau seperti apa, tetapi juga bagaimana produk tersebut dapat memenuhi persyaratan yang berlaku. Karena itu, kami di Medkes berupaya mendampingi dari awal agar proses pengembangan produk dapat berjalan lebih terarah,” ujar Shella.
Menurut Shella, pendampingan tersebut mencakup proses pengembangan formulasi, produksi, hingga berbagai kebutuhan legalitas, termasuk pendaftaran HAKI, notifikasi BPOM, dan sertifikasi sesuai karakteristik produk. Pelaku usaha tidak perlu memulai semuanya dari nol.
"Di Medkes, kami dapat mendampingi mulai dari pengembangan formulasi, proses produksi, hingga kebutuhan legalitas seperti pendaftaran HAKI, notifikasi BPOM, dan sertifikasi sesuai karakteristik produknya. Dengan begitu, pemilik brand dapat lebih fokus mengembangkan konsep dan produknya, sementara proses teknisnya kami bantu siapkan agar lebih terarah,” ujar Shella.
Dari sisi manufaktur, Medkes memiliki tiga fasilitas produksi yang masing-masing didukung standar sesuai kategori produknya, yaitu Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), dan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).
Berbeda dengan fasilitas manufaktur yang menggabungkan beberapa kategori produksi dalam satu fasilitas, Medkes menyiapkan fasilitas yang terpisah untuk produksi kosmetik, obat, dan obat tradisional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









