Siap Damai dengan Erin Wartia, Herawati Ajukan Dua Syarat Ini di Hadapan Komisi III DPR RI

AKURAT.CO Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Herawati kini memasuki babak baru.
Di hadapan para wakil rakyat, Herawati menyatakan dirinya masih membuka pintu perdamaian untuk sang majikan, Erin Wartia.
Pernyataan tersebut disampaikan Herawati saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, pada 18 Mei 2026.
Baca Juga: Buntut Penganiayaan, Erin Wartia Disebut Masuk Daftar Hitam Penyalur Kerja
Kendati siap menyudahi perseteruan lewat jalur damai, dirinya mengajukan persyaratan tegas yang harus dipenuhi oleh pihak Erin.
“Saya siap damai dengan Ibu Erin dengan dua syarat. Pertama, beliau harus mengakui kesalahannya. Kedua, kembalikan hak dan barang-barang saya. Jika dua hal itu dipenuhi, saya siap damai,” ujarnya.
Sikap berbesar hati yang ditunjukkan oleh Herawati langsung menuai respons positif di ruang sidang.
Anggota Komisi III DPR RI, Widya Pratiwi, secara terbuka mengapresiasi niat baik Herawati.
Dirinya pun berharap Erin Wartia dapat merespons hal ini dengan itikad baik, serta bersedia menemui Herawati dan tim kuasa hukumnya demi menyelesaikan masalah ini tanpa berlarut-larut.
“Mungkin, Ibu Erin khilaf. Sebagai manusia, kita kan tidak luput dari kesalahan ya. Jadi baiknya memang bertemu dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ungkap Widya dalam RDPU tersebut.
Sebagai informasi, kasus ini mencuat setelah Herawati melaporkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh Erin Wartia pada 28 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Insiden tragis tersebut terjadi di kediaman Erin, saat Herawati sedang melakukan tugasnya membersihkan sofa di lantai dua.
Situasi memanas ketika Erin mendapati gorden di kamar putra sulungnya belum tersingkap dan pintu kamar mandi dalam posisi terbuka.
Baca Juga: Erin Wartia Trigina Buka Suara Soal Penganiayaan ART: Privasi Dilanggar hingga Bantah Tahan Gaji
Tersulut emosi, Erin tidak hanya melontarkan makian kasar kepada Herawati, tetapi juga diduga melakukan kontak fisik dengan memukul bagian belakang kepala korban menggunakan sapu lidi.
Ketakutan, Herawati berusaha menyelamatkan diri dari amukan tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat Erin memanggilnya untuk turun ke lantai bawah.
Di ruangan itulah, Erin diduga kembali melayangkan kekerasan fisik berupa tendangan ke arah kepala yang membuat Herawati terjerembab hingga terjengkang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








