Sebut Istilah CEO Tak Perlu Diagung-agungkan Bak Drama Korea, Rizky Billar Sindir Siapa?
AKURAT.CO Belakangan ini, istilah Chief Executive Officer atau CEO kerap kali diidentikkan dengan kehidupan yang glamor, mewah, dan berwibawa. Namun, pandangan tersebut justru mendapat tanggapan menohok dari pesinetron Rizky Billar.
Suami Lesti Kejora ini memberikan respons tegas terkait pernyataan Giorgio Antonio yang membahas soal jabatan tertinggi di perusahaan tersebut.
Baca Juga: The Judge From Hell 2 Resmi, CEO SBS Pastikan Comeback Park Shin Hye
Menurut Billar, stigma publik mengenai sosok CEO yang harus selalu tampil necis dan berwibawa merupakan dampak dari "dogma" drama Korea (drakor).
"CEO tuh orang Korea doang drakor-drakor doang yang menciptakan image CEO tuh harus keren segala macam," ujar Rizky Billar.
Dia menilai bahwa masyarakat tidak perlu terlalu berlebihan dalam memandang status tersebut. Baginya, siapapun yang berani memulai bisnis mandiri, bahkan dengan modal kecil sekalipun, sudah berhak menyandang gelar CEO.
"Lo buka usaha, bikin cemilan ya jajan-jajanan kecil modal Rp8 juta udah jadi CEO namanya. Enggak usah terlalu diagung-agungkan CEO-CEO," lanjutnya.
Lebih lanjut, Billar mencoba mematahkan persepsi visual yang sering digambarkan di layar kaca.
Jika di dalam serial drama para petinggi perusahaan selalu digambarkan mengenakan setelan jas formal, realita di dunia nyata justru berbanding terbalik.
Baca Juga: Nama Anak Kedua Lesti Kejora dan Rizky Billar Terungkap, Leshia Tivana Billar
Dia membandingkan visualisasi fiktif tersebut dengan realitas rekan-rekannya yang berstatus sebagai pengusaha sukses di kehidupan nyata, yang justru jauh dari kesan kaku.
"CEO di Korea doang drakor lo tuh diciptakan dogma sama per Drakor drakoran lu tuh sehingga CEO tuh dianggap sesuatu yang prestise, sesuatu yang keren karena cowok-cowok yang jadi CEO-nya tuh ganteng, berjaslah," katanya.
"Begini aja kita lu tahu rnggak bos-bos teman gua besar gini-gini kaosan mana ada dia pake jas rapi," tutupnya.
Pernyataan Billar ini seolah membuka mata publik bahwa esensi dari seorang pemimpin perusahaan bukan dinilai dari seberapa mahal pakaian yang dikenakan, melainkan dari bagaimana dia mengelola usaha yang dirintisnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 2Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 3Prediksi Skor Paraguay vs Australia 26 Juni 2026: Socceroos Selangkah Lagi ke 32 Besar, Paraguay Wajib Menang
- 4Jadwal Piala Dunia 24-25 Juni 2026 Lengkap dengan Jam Tayang
- 5Jadwal Piala Dunia Hari Ini 23 Juni 2026: Portugal Hingga Kroasia Main, Cek Jam Tayang Lengkap!
- 6AS Putuskan untuk Mengakhiri Otorisasi Operasi 'Tanpa Batasan' untuk Israel di Lebanon
- 7Prediksi Skor Republik Ceko vs Meksiko 25 Juni 2026: El Tricolor Favorit, Mampukah Narodak Ciptakan Kejutan?
- 8Moto3 Belanda: Puji Kehebatan Veda Ega Pratama di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Assen
- 9Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda
- 10Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar








