Sebut Kenangan Rumah Cilandak Bukan Aib, Pihak Sarwendah Peringatkan Dampak Psikologis Anak

AKURAT.CO Suasana haru tak terbendung menyelimuti jalannya sidang mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Mantan personel Cherrybelle, Sarwendah, tampak tak kuasa menahan air mata saat membeberkan alasan utamanya untuk tetap tegar dan mandiri di tengah pusaran permasalahan hukum yang dihadapinya.
Baca Juga: Sarwendah Berserah Diri Pasrahkan Nasib Hak Asuh Anak dalam Mediasi dengan Ruben Onsu
Sebagai seorang ibu, Sarwendah menegaskan bahwa seluruh kerja keras yang dilakoninya saat ini murni demi masa depan serta kebahagiaan buah hatinya.
Ia tak ingin dinamika hukum yang tengah terjadi memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak-anaknya di masa depan.
"Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi anaknya perempuan, pastinya maunya yang terbaik buat anak-anak saya. Saya enggak mau nanti ketika mereka besar, mereka melihat (kekisruhan) seperti ini," ujar Sarwendah.
Keharuan kian memuncak saat awak media menyinggung kenangan rumah di kawasan Cilandak yang pernah ia tempati. Rumah yang dibeli oleh Ruben Onsu tersebut memiliki ikatan emosional mendalam karena proses renovasinya melibatkan mendiang sang ayah (Yeye).
Baca Juga: Hadiri Sidang Perdana Hak Asuh Anak, Sarwendah: Doakan Lancar demi Kebahagiaan Anak-anak
Persoalan renovasi tersebut belakangan menjadi sorotan setelah kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, sempat membeberkan adanya 46 kali transaksi transfer ke almarhum ayah mertua dengan nilai mencapai Rp11 miliar untuk pengerjaan rumah tersebut.
Melihat kondisi psikologis kliennya yang kian emosional, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, langsung pasang badan.
Dirinya pasang suara menanggapi berbagai narasi negatif yang dinilai memojokkan peran mendiang ayah Sarwendah.
"Pertanyaan saya begini, kalau orang tua kita punya pengalaman, punya keahlian di bidang pembangunan, apakah itu merupakan suatu aib?" tegas Chris di hadapan awak media.
Chris meluruskan bahwa keterlibatan almarhum dalam proyek hunian tersebut bukanlah hal yang patut dipersoalkan, melainkan sebuah wujud kasih sayang dan dedikasi seorang ayah untuk putrinya.
"Itu karya terakhir dari almarhum ayah klien kami. Jadi jangan membawa narasi ini ke arah pertarungan narasi yang tidak bijak," lanjutnya.
Lebih lanjut, tim kuasa hukum melayangkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang dinilai sengaja menggiring opini publik secara tidak proporsional.
Menurutnya, serangan verbal maupun narasi negatif yang terus menyudutkan Sarwendah berpotensi mengganggu kesehatan mental anak-anak.
Pihaknya pun meminta agar seluruh pihak berfokus pada ranah hukum yang sedang berjalan, khususnya terkait substansi hak asuh anak dan harta gono-gini, tanpa harus menyeret kenangan mendiang orang tua.
"Semakin ibunya anak-anak ini dipojokkan dan disakiti, anak-anak pasti akan membela ibunya. Jadi tolong sudahi penggiringan opini yang tidak pas," pungkas Chris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







