SDUT Bumi Kartini Jepara Raih Gelar Kelima Beruntun di MLSC Kudus Seri 1, Banyak Bermunculan Bibit-bibit Baru
Leo Farhan | 4 Agustus 2025, 15:02 WIB

AKURAT.CO, SDUT Bumi Kartini Jepara kembali menunjukkan dominasinya di MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2025–2026 dengan menjuarai kategori KU-12 untuk kelima kalinya. Bertanding di Supersoccer Arena, Minggu (3/8), mereka menundukkan SDN Jambean 02 Pati dengan skor tipis 3-2.
Di kategori KU-10, SD 3 Bulungcangkring tampil mengejutkan dengan menundukkan dua kali juara bertahan, SD Muhammadiyah Birrul Walidain, 2-1. Gol dilesakkan Lutfia Indriana dan Putri Lestari, sementara satu-satunya gol balasan lawan dicetak melalui penalti oleh Keisha Athira.
Turnamen ini diikuti 1.370 siswi dari 92 SD dan MI di Kudus dan sekitarnya. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi penyelenggaraan MLSC sebagai sarana pembinaan dan penguatan karakter generasi muda.
"Tentu kami mendukung kegiatan ini dan juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga agar menggerakkan para pelajar untuk rutin berolahraga," kata Sam'ani.
"Karena olahraga juga membuat anak-anak semakin kuat secara otot dan perkembangan otak maupun motorik yang diharapkan nantinya menciptakan generasi emas."
Sementara itu, pelatih Kepala MLSC Kudus, Yayat Hidayat, mencatat peningkatan kualitas pemain baik di KU-10 maupun KU-12. Sebanyak 70 nama terpilih untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training yang digelar tiga kali sepekan sebagai proses lanjutan menuju MLSC All Stars 2026.
"Peserta pada MLSC Kudus Seri 1 2025 - 2026 mengalami peningkatan secara kualitas dan merata. Hal ini tentu menjadi angin segar karena ternyata masih banyak bibit-bibit potensial di Kudus yang baru muncul," jelas Yayat.
Baca Juga: Tambah Kategori Usia dan Nomor Perlombaan, MilkLife Athletics Challenge 2025 Semakin Kompetitif
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mendorong para pemain untuk bergabung ke sekolah sepakbola (SSB) agar mendapat pelatihan berkelanjutan.
Dia berharap semangat yang telah tumbuh dari para pesepakbola putri masa depan ini tidak berhenti sampai di sini dan terus berkobar hingga nantinya mungkin bisa membela Tim Nasional Indonesia di masa mendatang.
"Mereka harus secara rutin mengikuti turnamen dan berjenjang untuk mengukur kemampuan. Sampai nantinya mereka bisa menjadi skuad timnas putri dan kelak membela Indonesia di level internasional," jelas Yoppy.
Ia mengimbau agar para atlet terus mengasah kemampuan. Sebab tak hanya MLSC, ada pula turnamen level usia U14 dan U16 yang rutin diselenggarakan sepanjang tahun dari 2023, 2024 dan 2025, seperti Soccer League U14 serta Piala Pertiwi U14 & U16.
Yoppy menambahkan, tiga SSB telah membuka pendaftaran langsung di lokasi turnamen, seperti SSB Arema Malang Cabang Semarang, Sultan Kudus United (SKU), dan SSB Lysandra Demak.
"Kami mengajak seluruh srikandi muda dari 10 kota penyelenggara untuk terus berlatih dan berkompetisi secara rutin. MLSC adalah awal menuju panggung nasional dan internasional," tutup Yoppy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








