Akurat
Pemprov Sumsel

Sepak Bola Putri Usia Dini di Solo Terus Berkembang, SD Kristen Manahan dan Al Azhar Syifa Budi Juara MilkLife Soccer Challenge 2025-2026

Leo Farhan | 2 November 2025, 21:53 WIB
Sepak Bola Putri Usia Dini di Solo Terus Berkembang, SD Kristen Manahan dan Al Azhar Syifa Budi Juara MilkLife Soccer Challenge 2025-2026

 

 

AKURAT.CO Perkembangan sepakbola putri usia dini di Kota Solo terus menunjukkan kemajuan positif. Hal itu terlihat dari antusiasme tinggi pada gelaran MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025-2026.

Turnamen yang menjadi wadah pembinaan bakat pesepakbola putri usia dini itu berlangsung di Lapangan Kota Barat, Surakarta, pada 28 Oktober hingga 2 November 2025 itu, diikuti 1.736 siswi dari 92 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (64 tim KU 10 dan 99 tim KU 12).

Pada partai final yang berlangsung Minggu (2/11), SD Kristen Manahan Surakarta tampil gemilang dengan menundukkan MIN 9 Sragen dengan skor 4-1 untuk memastikan gelar juara Kelompok Usia (KU) 12. Sementara di sektor KU 10, SD Al Azhar Syifa Budi berhasil mempertahankan gelar juara musim laluusai meraih kemenangan tipis 3-2 atas SD Cemara Dua.

Peningkatan jumlah peserta menjadi catatan penting dalam perjalanan kompetisi ini. Sejak pertama kali digelar pada Juli 2024, jumlah peserta terus meningkat signifikan, dari 389 siswi di seri perdana, menjadi 830 di seri kedua (Oktober 2024), lalu 1.016 pada edisi Mei 2025, hingga kini menembus lebih dari 1.700 peserta.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai tren positif ini membuktikan meningkatnya keseriusan sekolah dalam membina sepakbola putri. Ia menyebut hal ini sebagai sinyal lahirnya generasi baru calon pesepakbola putri Indonesia.

"Sekarang banyak sekolah yang lebih serius menyiapkan diri untuk turnamen ini. Cara bermain para siswi juga makin berkembang. Banyak yang kini berlatih di SSB selain latihan di sekolah," ujar Timo.

Ia menambahkan, kehadiran pemain-pemain nasional di timnas putri turut menjadi inspirasi bagi para pesepakbola muda di Solo mau ambil bagian dan turut serta tampil di MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025-2026.

"Mereka punya impian memperkuat timnas, dan itu hal positif yang harus terus dijaga," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengapresiasi gelaran ini sebagai langkah nyata mendukung program Solo Sehat dan pembinaan olahraga usia dini.

"Turnamen seperti ini memberi ruang bagi anak-anak putri untuk berkompetisi dan berkembang. Minat yang besar ini menunjukkan bahwa semangat olahraga di Solo terus hidup," ucap Astrid.

Astrid juga menyebut keberhasilan sejumlah pemain asal Solo yang menembus tim nasional sebagai bukti keberhasilan pembinaan dari level sekolah dasar.

Di lain sisi, Head Coach MilkLife Soccer Challenge Solo, Maya Susmita, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menaikkan standar penilaian Talent Scouting untuk memilih skuad All Stars Solo yang akan bertanding di Kudus pada pertengahan 2026.

"Persaingan sangat ketat. Banyak yang ingin masuk All Stars, tapi harus melalui seleksi ketat. Kami ingin tim Solo bisa kembali ke final seperti tahun lalu," ujar Coach Maya.

Pada edisi All Stars 2025, tim Solo berhasil meraih posisi runner up. Maya menegaskan bahwa untuk edisi mendatang, latihan tambahan (extra training) dan pembinaan di sekolah sepakbola akan menjadi kunci peningkatan performa pemain.

"Bagi yang terpilih, kami bebaskan mengikuti latihan tambahan atau SSB agar kemampuan mereka semakin matang. Tujuannya bukan sekadar menang, tapi menumbuhkan semangat dan motivasi dalam dunia sepakbola," tambahnya.

Dengan antusiasme yang terus meningkat dan dukungan berbagai pihak, MilkLife Soccer Challenge kini menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekosistem sepakbola putri usia dini di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H