Mengenal Suku Houthi, Tradisi Kuno dan Konflik Modern di Yaman

AKURAT.CO Juru bicara Houthi Yaman melaporkan pihaknya tidak akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, meskipun Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukan perlindungan maritim baru untuk melawan mereka.
"Bahkan jika Amerika berhasil memobilisasi seluruh dunia, operasi militer kami tidak akan berhenti tidak peduli pengorbanan yang harus kami keluarkan," ungkap Mohammed al-Bukhaiti, seorang pejabat senior Houthi, dalam sebuah unggahan di X, dikutip Kamis (21/12/2023).
Lantas siapakah sebenarnya suku Houthi itu yang kini jadi perhatian dunia dan gerakannya membuat gerah Amerika serta tetangganya Saudi Arabia.
Di jantung pegunungan terjal Yaman, mendiami suku Houthi, komunitas dengan sejarah milenia dan realitas kontemporer yang kompleks.
Keunikan mereka terwujud dalam jalinan tradisi kuno, keyakinan Zaidi, dan keterlibatan dalam perang sipil berkepanjangan di Yaman.
Baca Juga: Jelajah Hadhramaut, Kota di Yaman dan 3 Lembaga Pendidikan Pencetak Ulama Nusantara
Keunikan Budaya dan Tradisi:
- Kehidupan Agraris: Suku Houthi sebagian besar adalah petani dan peternak yang mengandalkan terasering di lereng gunung dan mata air langka. Kehidupan mereka berdenyut mengikuti irama panen dan perayaan tradisional.
- Keterampilan Berperang: Di masa lalu, suku Houthi dikenal sebagai pejuang tangguh yang mempertahankan otonomi mereka dari kekuatan eksternal. Keahlian perang ini, meski tak lagi dominan, masih menjadi bagian dari identitas mereka.
- Sistem Sosial Ketat: Masyarakat Houthi terstruktur melalui ikatan keluarga dan suku yang kuat. Kesetiaan kepada pemimpin agama dan tetua memegang peranan penting, membentuk hierarki sosial yang unik.
- Keyakinan Zaidi: Suku Houthi sebagian besar menganut ajaran Zaidi, cabang Shia Islam. Keyakinan ini menekankan peran keturunan Nabi Muhammad sebagai pemimpin agama dan sosial, sebuah perbedaan penting dari Sunni mayoritas di Yaman.
Keterlibatan dalam Konflik:
- Pemberontakan Melawan Pemerintah: Sejak tahun 2004, suku Houthi terlibat konflik bersenjata dengan pemerintah Yaman yang didominasi Sunni. Keluhan atas marginalisasi politik dan ekonomi memicu pemberontakan mereka.
- Pengaruh Regional: Keterlibatan Iran dalam mendukung Houthi menambah kompleksitas konflik dan meningkatkan ketegangan regional.
- Krisis Kemanusiaan: Perang berlarut telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang menderita kelaparan, penyakit, dan pengungsian.
Masa Depan yang Tidak Pasti:
Masa depan suku Houthi dan Yaman secara keseluruhan diliputi ketidakpastian. Konflik yang berkepanjangan telah menghancurkan infrastruktur dan merenggang jalinan sosial. Upaya perdamaian masih rapuh, dan tantangan rekonstruksi serta penjaminan hak asasi manusia sangat besar.
Meskipun menghadapi tantangan berat, suku Houthi tetap menyimpan potensi bagi pembangunan masa depan yang lebih damai dan sejahtera. Pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dan aspirasi mereka sangat penting untuk menemukan solusi konflik dan membangun Yaman yang inklusif dan adil.
Catatan:
Artikel ini bertujuan memberikan gambaran umum tentang suku Houthi dan situasi di Yaman. Situasi politik dan konflik di Yaman bersifat kompleks dan dinamis, dengan berbagai perspektif dan interpretasi. Informasi yang disajikan di sini dimaksudkan sebagai titik awal untuk eksplorasi lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






