IHSA Tegaskan Peran Strategis Homestay sebagai Pilar Pariwisata Berbasis Komunitas

AKURAT.CO Di tengah derasnya arus transformasi industri pariwisata global, Indonesia terus menegaskan komitmennya dalam membangun pariwisata yang berakar pada kekuatan lokal dan kearifan budaya.
Salah satu pilar utama dalam upaya ini adalah pengembangan homestay sebagai akomodasi khas yang tidak hanya menawarkan pengalaman otentik kepada wisatawan, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi di daerah.
Ketua Dewan Pengawas DPP Indonesia Homestay Association (IHSA) sekaligus Dewan Pakar Gerakan Sosial Nasional (GSN) Bidang Pariwisata, Taufan Rahmadi, menyampaikan bahwa homestay berperan penting dalam membentuk ekosistem pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.
“Kami (IHSA) hadir untuk membentuk ekosistem pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (23/5/2025).
Taufan menjelaskan tujuh poin strategis dalam pengembangan homestay yang ideal dan berdampak, yakni:
Baca Juga: DPR Minta Usulan Tambahan Usia Pensiun ASN Dikaji Lebih Dalam dan Hati-hati
-
Penyederhanaan legalitas usaha akomodasi dengan mendorong pemisahan tegas antara hotel untuk skala menengah-besar (UMB) dan homestay untuk skala mikro-kecil (UMK).
-
Penegasan definisi homestay sebagai akomodasi yang wajib memiliki tuan rumah (host), berbeda dari pondok wisata yang bersifat lebih komersial.
-
Standarisasi SDM dan usaha homestay, guna menjamin kualitas layanan.
-
Dukungan promosi dan pemasaran nasional, baik daring maupun luring, untuk memperkuat posisi homestay di pasar domestik dan internasional.
-
Sinergi antara hotel dan homestay sebagai dua elemen saling melengkapi, bukan bersaing, karena masing-masing melayani segmen pasar berbeda.
-
Urgensi hadirnya UU Kepariwisataan yang inklusif, yang berpihak pada pelaku pariwisata akar rumput, termasuk pengusaha homestay.
-
Komitmen terhadap pariwisata berbasis komunitas, yang menjunjung keberlanjutan lingkungan, keadilan ekonomi, dan pelestarian budaya.
Taufan juga menyoroti peran penting Festival Homestay Nusantara (FHN) 2025 sebagai momentum strategis dalam mengangkat homestay ke level nasional.
Festival ini akan digelar pada 23–25 Mei di Buleleng, Bali Utara—sebuah kawasan yang kaya nilai budaya dan kearifan lokal.
FHN 2025 menghadirkan rangkaian agenda berkelas, mulai dari Welcoming Dinner, Seminar Nasional, Focus Group Discussion, Pameran Pariwisata, Budaya dan Ekonomi Kreatif, hingga Rapat Kerja Nasional IHSA.
Festival akan ditutup dengan Cultural Gala Dinner dan IHSA Awards & Closing Ceremony, sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku homestay inspiratif dari seluruh penjuru Nusantara.
“Kehadiran FHN 2025 menjadi penanda bahwa IHSA bukan sekadar asosiasi, melainkan entitas strategis yang ikut merumuskan arah kebijakan pariwisata Indonesia ke depan. FHN bukan hanya forum silaturahmi, tetapi ruang konsolidasi visi bersama untuk menjadikan homestay sebagai garda terdepan pariwisata berbasis komunitas yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tegas Taufan.
Baca Juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Raih Penghargaan Tertinggi Sektor Pelayanan Transportasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









