Akurat
Pemprov Sumsel

IHSA Tegaskan Peran Strategis Homestay sebagai Pilar Pariwisata Berbasis Komunitas

Ahada Ramadhana | 23 Mei 2025, 23:55 WIB
IHSA Tegaskan Peran Strategis Homestay sebagai Pilar Pariwisata Berbasis Komunitas

AKURAT.CO Di tengah derasnya arus transformasi industri pariwisata global, Indonesia terus menegaskan komitmennya dalam membangun pariwisata yang berakar pada kekuatan lokal dan kearifan budaya.

Salah satu pilar utama dalam upaya ini adalah pengembangan homestay sebagai akomodasi khas yang tidak hanya menawarkan pengalaman otentik kepada wisatawan, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi di daerah.

Ketua Dewan Pengawas DPP Indonesia Homestay Association (IHSA) sekaligus Dewan Pakar Gerakan Sosial Nasional (GSN) Bidang Pariwisata, Taufan Rahmadi, menyampaikan bahwa homestay berperan penting dalam membentuk ekosistem pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kami (IHSA) hadir untuk membentuk ekosistem pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (23/5/2025).

Taufan menjelaskan tujuh poin strategis dalam pengembangan homestay yang ideal dan berdampak, yakni:

Baca Juga: DPR Minta Usulan Tambahan Usia Pensiun ASN Dikaji Lebih Dalam dan Hati-hati

  1. Penyederhanaan legalitas usaha akomodasi dengan mendorong pemisahan tegas antara hotel untuk skala menengah-besar (UMB) dan homestay untuk skala mikro-kecil (UMK).

  2. Penegasan definisi homestay sebagai akomodasi yang wajib memiliki tuan rumah (host), berbeda dari pondok wisata yang bersifat lebih komersial.

  3. Standarisasi SDM dan usaha homestay, guna menjamin kualitas layanan.

  4. Dukungan promosi dan pemasaran nasional, baik daring maupun luring, untuk memperkuat posisi homestay di pasar domestik dan internasional.

  5. Sinergi antara hotel dan homestay sebagai dua elemen saling melengkapi, bukan bersaing, karena masing-masing melayani segmen pasar berbeda.

  6. Urgensi hadirnya UU Kepariwisataan yang inklusif, yang berpihak pada pelaku pariwisata akar rumput, termasuk pengusaha homestay.

  7. Komitmen terhadap pariwisata berbasis komunitas, yang menjunjung keberlanjutan lingkungan, keadilan ekonomi, dan pelestarian budaya.

Taufan juga menyoroti peran penting Festival Homestay Nusantara (FHN) 2025 sebagai momentum strategis dalam mengangkat homestay ke level nasional.

Festival ini akan digelar pada 23–25 Mei di Buleleng, Bali Utara—sebuah kawasan yang kaya nilai budaya dan kearifan lokal.

FHN 2025 menghadirkan rangkaian agenda berkelas, mulai dari Welcoming Dinner, Seminar Nasional, Focus Group Discussion, Pameran Pariwisata, Budaya dan Ekonomi Kreatif, hingga Rapat Kerja Nasional IHSA.

Festival akan ditutup dengan Cultural Gala Dinner dan IHSA Awards & Closing Ceremony, sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku homestay inspiratif dari seluruh penjuru Nusantara.

“Kehadiran FHN 2025 menjadi penanda bahwa IHSA bukan sekadar asosiasi, melainkan entitas strategis yang ikut merumuskan arah kebijakan pariwisata Indonesia ke depan. FHN bukan hanya forum silaturahmi, tetapi ruang konsolidasi visi bersama untuk menjadikan homestay sebagai garda terdepan pariwisata berbasis komunitas yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tegas Taufan.

Baca Juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Raih Penghargaan Tertinggi Sektor Pelayanan Transportasi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.