Billie Eilish Bersama Gucci Luncurkan Tas Horsbit 1995 Animal-Free Dengan Bahan Demetra

AKURAT.CO Dua tahun setelah meluncurkan sepatu kets pertamanya yang dibuat menggunakan bahan alternatif bebas hewani Demetra, Gucci kembali meluncurkan versi baru dari tas warisan Horsebit 1955 yang terbuat dari bahan tersebut pada hari Senin (30/10/2023) kemarin.
Ini adalah tas Gucci pertama yang dibuat di Demetra, dan mencerminkan tujuan rumah menuju masa depan fashion yang lebih etis dan menanamkan sirkularitas dalam koleksinya, sekaligus melindungi keahlian penyamakan kulit tradisional. Kampanye tersebut dirancang oleh direktur kreatif Sabato De Sarno, difoto oleh Tyrell Hampton.
Soundtrack dalam video yang diunggah Gucci adalah “What Was I Made For?" dari Billie Eilish, seorang vegan sejak ia berusia 12 tahun, dan sudah lama menjadi pendukung vokal perlindungan hewan, mendorong para desainer dan merek untuk berhenti menggunakan kulit dan bulu dalam koleksi mereka.
Pada akhir Agustus di London, penyanyi tersebut berbicara di Overheated edisi kedua, sebuah acara aktivisme iklim yang dipersembahkan oleh organisasi nirlaba Support + Feed. Dia berbicara tentang dukungannya terhadap penghematan dan metode belanja berkelanjutan lainnya.
Artis pemenang Oscar dan Grammy ini telah mengenakan Gucci di beberapa acara karpet merah, salah satunya saat dia memenangkan penghargaan Best Original Song bersama saudara laki-lakinya Finneas O'Connell tahun lalu, dia mengenakan gaun Gucci hitam dengan ruffles khusus. Dia juga memimpin kampanye yang mempromosikan koleksi kacamata Gucci.
Baca Juga: Siapa Sangka, Billie Eilish Kecanduan Pornografi Sejak SD
Dikutip dari The Hollywood Reporter, Demetra mengandung lebih dari 77 persen bahan baku nabati dan terbuat dari viscose dan senyawa pulp kayu dari sumber hutan yang dikelola secara lestari serta poliuretan berbasis bio dari sumber terbarukan. Bahannya lembut, tahan lama, tangguh, serbaguna dan lentur, klaim perusahaan tersebut.
Gucci memperkenalkan Demetra pada tahun 2021, setelah dua tahun penelitian dan pengembangan, pada tiga model sepatu kets.
Horsebit 1955 di Demetra mencakup proses penyamakan bebas logam berat dan krom, dan perangkat kerasnya bersumber dari setidaknya 30 persen paduan kuningan daur ulang dan lapisan akhir yang mengandung 100 persen emas dan paladium daur ulang.
Elemen lainnya termasuk lapisan katun bersertifikat, rami bersertifikat dan lapisan Econyl yang terbuat dari nilon yang diregenerasi dimana Econyl yang digunakan berasal dari potongan produksi yang telah didaur ulang melalui program Gucci-Up.
Demetra tidak menggantikan kulit namun merupakan pilihan non-hewani yang dapat diterapkan Gucci di seluruh koleksinya, karena dapat digunakan untuk semua kategori produk, mulai dari alas kaki dan aksesori hingga tas dan pakaian.
Demetra dibuat di pabrik Gucci, Gruppo Colonna yang berbasis di Tuscany. Sebagai perusahaan patungan dengan Gucci sejak Oktober 2019, rumah mode tersebut memiliki 51 persen Gruppo Colonna.
Sebagai bagian dari komitmen Gucci, sisa emisi gas rumah kaca yang terkait dengan Demetra diterjemahkan ke dalam perlindungan dan pemulihan hutan dan keanekaragaman hayati.
Demetra adalah bahan yang dipatenkan dan diberi merek dagang, yang namanya dipilih oleh mantan direktur kreatif Alessandro Michele, terinspirasi oleh mitologi Yunani dan Demeter, dewi pertanian dan panen baru, mengingat dasar nabatinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








