Mendapat Penghasilan Pertama Kali, Ini yang Harus Milenial dan GenZ Tahu

AKURAT.CO Indonesia tidak diragukan lagi mendapatkan berkah berupa bonus demografi.
Hal ini ditandai dengan tersedianya angkatan kerja dari generasi muda untuk pembangunan negara.
Tak tanggung-tanggung bahkan jumlahnya disebut mencapai seratus juta, yang terdiri kalangan yang kini terkenal dengan sebutan milenial dan gen-z, khususnya yang sudah menjadi pekerja.
“Jumlah milenial dan genz Indonesia mencapai ratusan juta,” ujar Karjadi Pranoto, Direktur & Chief of Sharia Officer Manulife Indonesia dalam peluncuran asuransi berbasis Syariah bernama “Manulife Perlindungan Diri Syariah (MPDS).” di Jakarta, Rabu, (6/12).
Baca Juga: Manulife Luncurkan Produk Asuransi Dwiguna Untuk Masa Pensiun Dan Pendidikan Anak Nasabah
Nadia Harsya salah seorang Financial Planner juga turut mengomentari bahwa para first-jobber pada umumnya ketika mendapat penghasilan pertama banyak menghabiskan untuk hal-hal yang konsumtif.
“Apalagi menjelang akhir tahun, banyak promo-promo di mall-mall ya,” imbuh Nadia masih dalam acara yang sama.
Nadia pun bercerita pengalamannya sebagai ibu muda, Ketika ia lebih memutuskan untuk membeli produk asuransi untuk suaminya alih-alih melakukan hal-hal yang konsumtif.
“Suami ternyata mendukung ketika aku membelikan produk asuransi jiwa, karena kita tidak tahu kedepannya akan seperti apa,” tuturnya.
Nadia pun mengatakan kelebihan dari produk Syariah sendiri adalah agar terhindar dari unsur-unsur seperti Gharar, Maysir dan Riba atau spekulasi-spekulasi seperti produk Konvensional.
“Produk Syariah ini terlepas dari Gharar, Maysir dan Riba,” imbuhnya lagi.
Baca Juga: Proteksi Aset Properti Di Masa Depan, Asuransi Rumah Dinilai Penting
Novita Rumngangun, Wakil Presiden Direktur dan GM Agency Manulife Indonesia pun menyatakan produk terbaru Manulife Perlindungan Diri Syariah diciptakan untuk generasi muda.
Novita juga mengungkapkan meski berlabel Syariah, namun produk terbaru ini terbuka bagi siapa saja.
“Terbuka untuk siapa pun,” ungkapnya.
Novita sendiri mengungkapkan potensi asuransi di Indonesia yang masih terbuka luas, khususnya Syariah, terlebih Indonesia merupakan Negara Mayoritas Muslim terbesar di Dunia.
“Untuk Syariah masih terbuka lebar,” terangnya mengingat Pada tahun 2023, AASI menargetkan pertumbuhan kontribusi asuransi syariah dari sekitar 9 persen menjadi 11 persen.
Di akhir acara, Karnoto kembali menerangkan bagi generasi muda yang tertarik untuk memulai asuransi Jiwa, MPDS menawarkan premi terjangkau mulai Rp250 Ribu.
“Preminya sendiri kami tawarkan mulai Rp250 Ribu,” pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





