Gen Z Paling Boros? Ini Penyebab Pengeluaran Mereka Melonjak!

AKURAT.CO Dalam kehidupan sosial, banyak anak muda, seperti Gen Z cenderung lebih suka menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah ketimbang menabung. Kebiasaan ini sering dianggap sebagai bentuk “self reward” atau penghargaan kepada diri sendiri setelah bekerja keras.
Tidak jarang pula, belanja dilakukan sebagai cara untuk menghibur diri ketika sedang merasa stres atau sedih.
Selain itu, pola konsumsi ini juga dipengaruhi oleh gaya hidup digital dan tren media sosial.
Generasi Z kerap terdorong untuk mengikuti tren terbaru, mulai dari fashion, gadget, hingga kuliner agar tetap merasa relevan di lingkaran pertemanan. Faktor inilah yang membuat pengeluaran mereka cenderung lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: 6 Cara Simpel Ajarkan Anak Kelola Uang, Biar Tak Boros di Masa Depan
Penyebab Pengeluaran Gen Z Melonjak
Gen Z lahir di era digital yang serba cepat, dengan akses tak terbatas ke informasi, hiburan, juga teknologi finansial. Namun, di balik kreativitas dan kemandirian mereka, ada kebiasaan konsumtif yang membuat pengeluaran semakin membengkak.
Bukan sekadar soal belanja barang kebutuhan, tetapi lebih pada dorongan sosial, tren media, hingga kebutuhan personal branding. Berikut beberapa faktor utama yang mendorong tingginya pengeluaran Gen Z:
1. Media Sosial yang Mendorong Gaya Hidup Konsumtif
Media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga X membentuk standar baru bagi kehidupan sosial Gen Z.
Influencer dan selebriti yang sering menampilkan kemewahan memicu keinginan mereka untuk ikut merasakan hal serupa.
Ditambah lagi budaya “highlight reel” membuat banyak orang merasa harus selalu terlihat bahagia dan up-to-date, sehingga tak jarang mengeluarkan lebih banyak uang demi validasi sosial.
2. FOMO (Fear of Missing Out)
Gen Z rentan terdorong oleh rasa takut ketinggalan tren. Ketika ada restoran baru yang viral, konser artis favorit, atau tren fashion yang sedang ramai dibicarakan, mereka tak ingin hanya jadi penonton.
Hasrat untuk selalu ikut serta agar tidak merasa tersisih inilah yang sering kali memperbesar pengeluaran.
3. Personal Branding dan Ekspresi Diri
Bagi Gen Z, membeli barang atau mengikuti pengalaman tertentu bukan hanya soal kebutuhan, melainkan juga cara menunjukkan siapa diri mereka. Mulai dari pakaian, gadget, hingga destinasi liburan, semuanya sering dianggap sebagai representasi identitas diri.
Tak jarang, gaya hidup konsumtif ini dijadikan sarana memperkuat personal branding sekaligus menegaskan self-expression.
Baca Juga: Gen Z RI Terdepan Soal Penggunaan QRIS
4. Kemudahan Finansial dan Teknologi Digital
Akses terhadap fasilitas keuangan saat ini semakin mudah. Mulai dari pay later, e-wallet, hingga kartu kredit digital membuat transaksi lebih cepat tanpa harus menyiapkan dana besar di awal.
Selain itu, aplikasi belanja online dengan promo dan diskon harian semakin mendorong Gen Z untuk berbelanja impulsif, meskipun tidak selalu dibutuhkan.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






