Menelusuri Proses Kreatif di Balik Carthea di Jakarta

AKURAT.CO Material sederhana kerap kali dipandang sebelah mata. Namun di tangan seorang seniman, benda yang tampak rapuh justru bisa berubah menjadi medium untuk membaca emosi manusia yang kompleks.
Gagasan itu menjadi salah satu titik tolak dalam Art Talk & Workshop Session bertajuk “Carthea: From Cardboard to Hope” yang digelar di Abeto Resto, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian pameran tunggal “Cardboard Room: Small Worlds Within”.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan karya seni sebagai objek pamer, tetapi juga membuka ruang dialog agar publik dapat memahami proses kreatif di balik lahirnya karya, khususnya konsep visual “Carthea” yang menjadi bahasa utama dalam pameran tersebut.
Baca Juga: Skandal Penerbangan Kanada, Pilot Senior Air Canada Ditangkap atas Dugaan Penipuan
Dalam sesi Artist Talk & Media Session yang dipandu oleh James Luhulima bersama sang Seniman, Faisal Darmawan memaparkan perjalanan kreatifnya yang berawal dari eksplorasi material kardus.
“Buat saya, kardus itu bukan cuma material. Dia seperti metafora kehidupan terlihat sederhana, bahkan rapuh, tapi justru punya fungsi penting untuk melindungi sesuatu yang berharga,” ujar Faisal di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Dari eksplorasi tersebut, lanjut Faisal, lahirlah 'Carthea' sebagai representasi visual dari pengalaman emosional manusia yang kerap sulit diungkapkan. Karya ini sekaligus menjadi ruang refleksi, di mana setiap orang dapat menemukan interpretasi personal dari apa yang mereka lihat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Mini Workshop & Painting Session. Pada sesi ini, peserta diajak mencoba langsung pendekatan berkarya yang diperkenalkan, dengan ruang eksplorasi menggunakan cat akrilik yang didukung material dari Daler-Rowney.
“Lewat workshop ini saya ingin orang tidak hanya melihat karya, tapi juga merasakan prosesnya,” tambah Faisal.
Selain itu, Sharing Session turut menghadirkan presentasi karya dari sejumlah peserta terpilih. Sesi ini membuka ruang dialog antara seniman dan peserta untuk saling bertukar perspektif mengenai proses kreatif maupun interpretasi karya.
Acara kemudian ditutup dengan kunjungan bersama ke Meiro Gallery Jakarta, yang memberi kesempatan peserta melihat karya dalam konteks pameran secara utuh.
Baca Juga: Kalender Jawa 8 Juni 2026: Watak Weton Senin Legi, Sosok yang Ramah dan Disukai Banyak Orang
Melalui rangkaian ini, “Cardboard Room: Small Worlds Within” tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai ruang dialog dan partisipasi publik yang memperkaya cara memahami seni secara lebih dekat dan interaktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






