Kategori Usia Menurut WHO: Bayi, Anak, Remaja, Dewasa hingga Lansia

AKURAT.CO Kategori usia menurut WHO penting diketahui karena setiap tahap kehidupan memiliki karakteristik pertumbuhan, perkembangan, serta kebutuhan kesehatan yang berbeda.
Namun, WHO tidak menetapkan satu pembagian usia yang berlaku untuk seluruh kebutuhan.
Rentang usia dapat berbeda tergantung pada konteks kesehatan, perkembangan, maupun statistik kependudukan.
Secara umum, kelompok usia dapat dibagi mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda, dewasa, hingga lansia.
Baca Juga: Hasil Semifinal OSN SMA 2026 Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Ceknya
Lantas, berapa rentang usia masing-masing kelompok dan apa karakteristiknya?
Kategori Usia Menurut WHO
Menurut WHO (World Health Organization), pembagian kelompok usia tidak selalu memiliki satu standar yang berlaku untuk semua keperluan.
WHO menggunakan rentang usia yang berbeda tergantung konteks, misalnya kesehatan anak, remaja, dewasa, atau lansia.
Berikut pembagian usia menurut konteks WHO:
1. Bayi (0–1 tahun)
Masa bayi merupakan periode awal kehidupan yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Asupan nutrisi dan pemantauan tumbuh kembang menjadi hal penting pada tahap ini.
2. Anak-anak (1–9 tahun)
Pada usia ini, anak mengalami perkembangan fisik, kemampuan berpikir, bahasa, serta keterampilan sosial. Kebutuhan gizi dan stimulasi juga terus meningkat.
3. Remaja (10–19 tahun)
WHO secara khusus mendefinisikan remaja sebagai kelompok usia 10–19 tahun. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang cukup signifikan.
Baca Juga: Apa Makanan Terbaik Ikan Nila?
4. Dewasa muda (20–24 tahun)
Kelompok usia 20–24 tahun sering digunakan dalam statistik kesehatan dan kependudukan sebagai kelompok dewasa muda atau young adults.
5. Dewasa (25–59 tahun)
Pada tahap dewasa, seseorang umumnya telah memasuki fase kehidupan dengan tanggung jawab yang lebih besar, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan sosial.
6. Lansia (60 tahun ke atas)
Dalam banyak konteks kesehatan masyarakat, usia 60 tahun ke atas digunakan sebagai batas kelompok lanjut usia, meskipun definisi lansia dapat berbeda berdasarkan negara atau tujuan statistik.
FAQ
1. Remaja menurut WHO usia berapa?
WHO mendefinisikan remaja sebagai kelompok usia 10–19 tahun. Masa ini merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial.
2. Usia 20 tahun termasuk remaja atau dewasa?
Usia 20 tahun sudah berada di luar definisi remaja WHO yang berakhir pada usia 19 tahun. Dalam sejumlah konteks kesehatan dan statistik, usia 20–24 tahun dapat dikategorikan sebagai dewasa muda.
3. Usia berapa seseorang disebut lansia?
Dalam banyak konteks kesehatan masyarakat, seseorang yang berusia 60 tahun ke atas dapat masuk dalam kelompok lanjut usia. Namun, batas usia lansia dapat berbeda sesuai negara dan tujuan pengelompokan.
4. Apakah pembagian usia WHO berlaku untuk semua kebutuhan?
Tidak. WHO menggunakan definisi dan rentang usia yang dapat berbeda sesuai konteks. Karena itu, pembagian usia sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, misalnya untuk kesehatan anak, remaja, kependudukan, atau pelayanan kesehatan.
5. Bayi termasuk kelompok usia berapa?
Bayi umumnya merujuk pada anak pada periode awal kehidupan, sekitar 0–1 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sangat cepat sehingga kebutuhan nutrisi dan pemantauan kesehatan menjadi perhatian penting.
6. Apa saja kategori usia yang umum digunakan?
Secara umum, kelompok usia yang dapat digunakan dalam konteks kesehatan dan statistik meliputi bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda, dewasa, dan lansia. Namun, rentang masing-masing kelompok tidak selalu sama pada setiap sumber.
Kesimpulan
Mengetahui kategori usia menurut WHO dapat membantu memahami perbedaan tahap kehidupan dan kebutuhan kesehatan pada setiap kelompok.
WHO secara khusus mendefinisikan remaja sebagai mereka yang berusia 10–19 tahun, sementara pengelompokan bayi, anak, dewasa muda, dewasa, dan lansia dapat berbeda sesuai konteks yang digunakan.
Karena itu, penting untuk melihat tujuan dan sumber klasifikasi usia sebelum menyebut suatu rentang sebagai standar resmi WHO.
Pembagian usia bukan hanya soal angka, tetapi juga berkaitan dengan karakteristik pertumbuhan, perkembangan, dan kebutuhan kesehatan pada setiap tahap kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


